Selasa
21 Juli 2026 | 11 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader PDI Perjuangan Bangga Disebut Kader Desa

pdip-jatim-hasto-070121

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, selama Bulan Bung Karno, Partai memfokuskan diri dengan hadir di desa, membangun spirit kemajuan dari desa dan mengembangkan desa sebagai taman sari peradaban nusantara.

Kegiatan Bulan Bung Karno ini dimulai dari peringatan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni, lahirnya Bung Karno pada 6 Juni, dan wafatnya Bung Karno pada 21 Juni.

“PDI Perjuangan sangat bangga dengan identitas yang melekat sebagai GrassRoots Party, Partai Wong Cilik dengan kader Partai yang menyebut dirinya sebagai kader desa,” kata Hasto Kristiyanto, Senin (31/5/2021).

Dengan hadir di desa, bergumul dengan persoalan rakyat sehari-hari, jelas Hasto, maka apa yang dilakukan oleh Partai merupakan antitesa dari politik elektoral yang seringkali hanya berbasiskan popularitas semata.

“Aspek elektoral sering dimanipulasi oleh pencitraan. PDI Perjuangan membangun elektoral dengan basis kebudayaan; dengan basis kekuatan riil di akar rumput dan dengan merasakan seluruh nafas keseharian rakyat guna menampilkan seluruh watak kekuasaan yang membumi,” ujarnya.

Hasto menambahkan, dengan turun menyatu bersama rakyat, maka bahasa yang dipakai oleh anggota dan kader Partai adalah bahasa rakyat, bahasa kejujuran guna menyuarakan problematika rakyat, mencari solusi atas persoalan tersebut, namun tetap mengandung nafas kebudayaan masyarakat desa.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, terus mengeskpresikan seluruh keindonesiaan kita: kebhinnekaan yang hidup di desa, semangat berdikari dari desa, budaya gotong royong penuh toleransi, hidup rukun dan kehidupan yang menjaga kelestarian alam raya dan seisinya dari desa.

“Kita diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri tentang jati diri dan watak politik yang sebenarnya, yakni politik yang berbicara tentang keseharian rakyat, seperti politik yang memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau; politik tentang pentingnya kebersihan lingkungan hidup; politik menanam; politik yang membangun kesiapsiagaan rakyat terhadap bencana; politik yang membahas asupan gizi rakyat, politik kuliner, pariwisata, politik pendidikan, dan pendeknya watak politik yang menyentuh seluruh aspek kehidupan rakyat,” beber Hasto.

“Seluruh ekspresi kebudayaan rakyat di desa, seperti budaya lesung, kuliner, seni, permainan anak, dan lainnya, akan ditampilkan selama Bulan Bung Karno,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...