NGAWI – Partikel debu berhamburan saat truk berkelir kuning menumpahkan muatannya di hamparan lahan TPA Selopuro, Kecamatan Pitu, Ngawi.
Bau tak sedap langsung menusuk hidung bagi siapa pun yang mendekat ke lokasi pembuangan akhir ini. Namun, di tengah tumpukan tonase sampah tersebut, terdapat sekelompok masyarakat yang menggantungkan harapan hidupnya sebagai pengumpul sampah.
Bagi para pengumpul sampah di TPA Selopuro, tempat ini bukanlah area yang menjijikkan, melainkan ruang sunyi untuk menyambung nafas.
Mereka rela mengais rezeki di tengah risiko kesehatan demi mengumpulkan barang bekas yang bisa dirupiahkan. Di balik deru mesin pencacah dan alat berat, puluhan orang ini bekerja dalam sunyi, sesekali bersenda gurau untuk sekadar melepas letih dari perburuan bulir-bulir rezeki.
Fenomena ini ditangkap oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi sebagai jalan pengabdian. Di jalan yang sunyi itu, kader-kader Banteng Ngawi hadir untuk berbagi sedikit rezeki berupa paket makan siang bagi para pejuang rupiah di lokasi pembuangan sampah tersebut.
“Ini adalah sedikit rezeki untuk masyarakat yang jeritnya jarang terdengar dan tangisnya jarang dilihat. Kami datang untuk memberikan makan siang bagi para pejuang rupiah yang tengah melepas lelah,” ujar Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Adrisk Fuad Marhandhika, Selasa (10/2/2026).

Menjelang siang hari, jajaran struktural DPC PDI Perjuangan Ngawi nampak membawa kantong-kantong berisi nasi kotak dan minuman es teh. Satu per satu paket tersebut dibagikan langsung kepada para pengumpul sampah yang tengah beristirahat di sela-sela aktivitas mereka.
Adrisk menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan instruksi partai yang rutin dilaksanakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi setiap tanggal 10 di setiap bulannya.
Mengenai sasaran penerima manfaat, pihak partai selalu melakukan pemetaan agar bantuan menyasar segmen masyarakat yang dinilai paling rentan untuk dibantu.
“Jumlahnya memang tidak seberapa, tetapi esensinya adalah kehadiran PDI Perjuangan. Kami ingin menunjukkan bahwa partai selalu hadir bagaimanapun kondisi rakyat, terutama mereka yang bekerja di sektor-sektor marginal seperti ini,” ungkap Adrisk.
Aksi sosial ini menjadi pengingat bahwa di balik hingar-bingar politik, masih ada ruang-ruang sunyi yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan dan keberpihakan nyata.
Melalui konsistensi kegiatan bulanan setiap tanggal 10 ini, PDI Perjuangan Ngawi berharap dapat meringankan sedikit beban masyarakat kecil di tengah kerasnya perjuangan hidup. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












