Rabu
22 April 2026 | 11 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jumlah Orang Gila di Jatim Meningkat Gegara Judol, Perlu Penanganan Bersama Pemprov hingga Pemdes

IMG-20250731-WA0051_copy_1040x693

BALI — Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jawa Timur terus meningkat belakangan ini. Diperlukan penanganan bersama dari tingkat desa hingga provinsi.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir terjadi lonjakan drastis ODGJ. Terutama di wilayah perkotaan dan pinggiran industri seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Ini fenomena luar biasa yang perlu perhatian serius. Kenaikannya signifikan. Sering kali, masyarakat justru mendorong ODGJ untuk dipinggirkan.”

“Padahal ini persoalan sosial dan kesehatan yang bisa ditangani dengan baik jika dilakukan secara sistematis,” ungkap Hari Yulianto di sela Bimtek di Bali, Kamis (31/7/2025).

Berdasarkan data lapangan dan pengaduan masyarakat yang diterima Komisi E, Hari menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama yang memicu gangguan kejiwaan saat ini adalah judi online.

Kasus ini makin membesar karena belum tertangani secara komprehensif oleh berbagai pemangku kebijakan.

“Bulan Juni kemarin, Polda Jatim bahkan mengungkap satu sel dengan 32 pelaku judi online,” sebutnya.

“Di Dinas Sosial memang ada perhatian, tapi kemampuan anggaran dan sumber daya manusianya terbatas. Penanganan ODGJ memerlukan intervensi medis, perawatan khusus, dan tentu saja dukungan sosial serta keluarga. Tidak cukup hanya dibawa ke panti,” lanjutnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini menekankan bahwa meskipun pemerintah telah berupaya memblokir akses judi online melalui sistem Kominfo, namun peredaran aplikasi dan website ilegal masih terus berlangsung.

Oleh karena itu, ia mendorong agar pendekatan sosialisasi dan penyadaran masyarakat juga dilakukan secara masi. Tidak hanya mengandalkan pemblokiran sistem digital semata.

Lebih lanjut, Hari juga menyoroti masih terbatasnya kapasitas pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas milik pemerintah. Ia menyebut bahwa saat ini banyak rumah sakit jiwa kewalahan, sementara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten belum memiliki koordinasi terpadu untuk menindaklanjuti kasus ODGJ di komunitas.

Untuk itu, Hari Yulianto mendorong agar penanganan ODGJ tidak hanya diserahkan kepada rumah sakit atau dinas, tetapi harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa.

Ia mengusulkan agar dana desa dan APBD kabupaten/kota bisa dialokasikan untuk membantu proses rehabilitasi dan perawatan ODGJ secara lokal.

“Langkah paling rasional saat ini adalah memperkuat koordinasi antar level pemerintahan. Desa harus bersedia dan mampu menangani ODGJ dengan dukungan kabupaten. Provinsi bertugas mendorong kebijakan dan penganggaran agar gerakan ini merata dan terukur,” pungkasnya.(yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Kader Perempuan PDIP Kediri Ziarah ke Makam Ibunda Soekarno, Teguhkan Semangat Kartini

Kader perempuan PDIP Kediri ziarah ke makam ibunda Soekarno, teguhkan semangat Kartini dan dorong peran perempuan ...
KABAR CABANG

PDIP Bojonegoro Dorong  Raperda Perlidungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar peringatan Hari Kartini ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jombang Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi “El Nino Godzilla”

JOMBANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD setempat ...
EKSEKUTIF

Buang Sampah Sembarangan di Surabaya Bakal Disanksi Bersihkan Sungai 3 Hari

Buang sampah sembarangan di Surabaya bakal kena sanksi sosial bersihkan sungai 3 hari, Pemkot perkuat pengawasan ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Tanam Umbi-umbian, Antisipasi Krisis Pangan

PDIP Jember tanam komoditas pangan alternatif seperti singkong dan ubi untuk antisipasi krisis pangan dan kurangi ...
KRONIK

Momentum Hari Kartini, Sarinah Banyuwangi Perkuat Gerakan Perempuan Lintas Profesi

BANYUWANGI – Organisasi perempuan Sarinah Banyuwangi menegaskan perannya sebagai motor penggerak pemberdayaan ...