Rabu
09 September 2026 | 11 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jumlah Orang Gila di Jatim Meningkat Gegara Judol, Perlu Penanganan Bersama Pemprov hingga Pemdes

IMG-20250731-WA0051_copy_1040x693

BALI — Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jawa Timur terus meningkat belakangan ini. Diperlukan penanganan bersama dari tingkat desa hingga provinsi.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir terjadi lonjakan drastis ODGJ. Terutama di wilayah perkotaan dan pinggiran industri seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Ini fenomena luar biasa yang perlu perhatian serius. Kenaikannya signifikan. Sering kali, masyarakat justru mendorong ODGJ untuk dipinggirkan.”

“Padahal ini persoalan sosial dan kesehatan yang bisa ditangani dengan baik jika dilakukan secara sistematis,” ungkap Hari Yulianto di sela Bimtek di Bali, Kamis (31/7/2025).

Berdasarkan data lapangan dan pengaduan masyarakat yang diterima Komisi E, Hari menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama yang memicu gangguan kejiwaan saat ini adalah judi online.

Kasus ini makin membesar karena belum tertangani secara komprehensif oleh berbagai pemangku kebijakan.

“Bulan Juni kemarin, Polda Jatim bahkan mengungkap satu sel dengan 32 pelaku judi online,” sebutnya.

“Di Dinas Sosial memang ada perhatian, tapi kemampuan anggaran dan sumber daya manusianya terbatas. Penanganan ODGJ memerlukan intervensi medis, perawatan khusus, dan tentu saja dukungan sosial serta keluarga. Tidak cukup hanya dibawa ke panti,” lanjutnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini menekankan bahwa meskipun pemerintah telah berupaya memblokir akses judi online melalui sistem Kominfo, namun peredaran aplikasi dan website ilegal masih terus berlangsung.

Oleh karena itu, ia mendorong agar pendekatan sosialisasi dan penyadaran masyarakat juga dilakukan secara masi. Tidak hanya mengandalkan pemblokiran sistem digital semata.

Lebih lanjut, Hari juga menyoroti masih terbatasnya kapasitas pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas milik pemerintah. Ia menyebut bahwa saat ini banyak rumah sakit jiwa kewalahan, sementara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten belum memiliki koordinasi terpadu untuk menindaklanjuti kasus ODGJ di komunitas.

Untuk itu, Hari Yulianto mendorong agar penanganan ODGJ tidak hanya diserahkan kepada rumah sakit atau dinas, tetapi harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa.

Ia mengusulkan agar dana desa dan APBD kabupaten/kota bisa dialokasikan untuk membantu proses rehabilitasi dan perawatan ODGJ secara lokal.

“Langkah paling rasional saat ini adalah memperkuat koordinasi antar level pemerintahan. Desa harus bersedia dan mampu menangani ODGJ dengan dukungan kabupaten. Provinsi bertugas mendorong kebijakan dan penganggaran agar gerakan ini merata dan terukur,” pungkasnya.(yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Romy Soekarno Dorong AI Merah Putih untuk Jaga Kedaulatan Data Nasional

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong pemerintah mengembangkan gagasan “AI Merah Putih” ...
LEGISLATIF

Puan: DPR Siap Dukung Tambahan Anggaran Mitigasi Bencana, Manfaat Harus Lebih Baik

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan DPR siap mendukung penambahan anggaran untuk mitigasi dan ...
KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...