oleh

Jokowi: Sekarang, Musuh Bersama GNB adalah Covid-19

-Berita Terkini, Kronik-30 kali dibaca

BOGOR – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa 59 tahun lalu Gerakan Non-Blok (GNB) didirikan untuk melawan ‘musuh bersama’ yakni imperialisme dan neokolonialisme. “Saat ini ‘musuh bersama’ bagi negara anggota GNB adalah Covid-19,” tandas Jokowi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2020).

Menurut Jokowi, pandemi Corona ini masih jauh dari usai. Oleh sebab itu, dia mengajak negara-negara GNB untuk bergerak cepat, cermat dan strategis.

Jokowi juga menegaskan bahwa multilateralisme harus tetap menjadi landasan kerja sama internasional.

“Ke depan, negara berkembang harus berjuang untuk memperbaiki tata kelola kesehatan global, agar kita lebih siap menangani pandemi di masa depan,” ujarnya.

Dalam KTT GNB tersebut, Jokowi menyampaikan tiga hal yang dapat diprioritaskan oleh GNB untuk menangani pandemi global Covid-19.

Yakni, pertama memperkuat solidaritas politik antara anggota GNB. “Karena hanya dengan bekerja sama, kita dapat memenangkan peperangan ini,” tegasnya.

Dia juga mengajak negara anggota GNB untuk memfokuskan energi dan waktu sepenuhnya guna mengatasi tantangan pandemi Covid-19.

Kedua, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama yang konkret antara negara GNB, terutama dalam perolehan obat dan vaksin Covid-19 dengan harga yang terjangkau.

Jokowi juga menekankan agar rezim paten dan hak kekayaan intelektual terkait obat dan vaksin dapat diterapkan secara fleksibel demi kemanusiaan. Dia juga mengajak untuk memperkuat kerja sama dalam pemulihan rantai pasokan global produk kesehatan dan kebutuhan pangan.

Ketiga, penguatan kemitraan global bagi negara berkembang. “Kita perlu suarakan dan perjuangkan komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan, keringanan utang, maupun kewajiban pembayaran utang dari kreditur resmi (official creditors) dapat dialihkan untuk pembiayaan penanganan Covid-19,” ujarnya .

Menurutnya, komitmen dari kelompok G-20 untuk penangguhan pembayaran utang bagi negara berpendapatan rendah perlu direalisasikan.

Dalam KTT virtual bertepatan dengan momentum Peringatan 65 Tahun Dasasila Bandung dan Perayaan 60 Tahun berdirinya GNB tersebut, MenluRetno Marsudi dan Menkes Terawan Agus Putranto turut mendampingi Jokowi. (goek)