oleh

Jokowi Minta Kepala Daerah Rangkul Lawan Politik

pdip-jatim-jokowi-di-depan-kepala-daerah1JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kerja pemimpin daerah termasuk yang baru hasil Pilkada 2015 ditunggu rakyat yang telah mempercayai mereka. Jokowi minta para kepala daerah dan wakilnya, merangkul lawan-lawan politiknya dalam pilkada.

“Bertarung itu lima tahun sekali, jangan bertarung terus. Nanti rakyat dapat apa,” tandas Jokowi, di Istana Negara, kemarin.

Presiden dari PDI Perjuangan itu juga minta agar pejabat daerah yang dulu tidak mendukung saat pilkada, tidak dimutasi ke tempat terpencil karena alasan itu. Dia mengaku sudah mendengar soal itu.

“Jangan begitu. Ingat sebagai pimpinan kita ditunggu rakyat, dinanti rakyat kerja-kerja nyata kita,” katanya.

Dia mengingatkan para kepala daerah untuk saling memperkuat hingga akhir masa jabatan dan bukan saling berkelahi. “Saya minta agar pimpinan daerah jadi satu kesatuan. Jangan awal mesra, nanti di pertengahan berantem, jangan terjadi,” ajak Jokowi.

Hal itu dia sampaikan saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah (RKP) dengan gubernur dan bupati/wali kota serta wakil bupati/wakil wali kota hasil Pilkada Serentak tahun 2015, di Istana Negara, kemarin.

Di awal arahannya, Jokowi mengingatkan kepada para kepala daerah mengenai tantangan dan kesulitan yang dihadapi bangsa ini. Presiden menyebut tiga hal, yaitu pertama masalah persaingan dan kompetisi, kedua masalah deregulasi, dan yang ketiga masalah yang berkaitan dengan anggaran.

“Ketiga-tiganya sangat penting untuk perlu kita ketahui bersama. Agar kita mempunyai sebuah garis yang sama dalam mengelola pemerintahan ini dan berkonsolidasi dengan baik antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota, dari pusat sampai ke daerah,” papar Jokowi.

Dia menyebutkan, kondisi global sekarang ini berada pada posisi sangat pesimis, pada posisi pertumbuhan yang menurun, yang sulit. Mantan Wali Kota Solo ini mencontohkan, tahun 2015 ekonomi dunia mengalami kejadian beruntun, di mana Indonesia baru mengantisipasi adanya krisis Yunani.

Ekonomi dunia, lanjutnya, dihadapkan pada depresiasi Yuan, akibat pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang menurun serta kenaikan suku bunga The Fed di Amerika.

Kondisi-kondisi seperti itulah yang harus diketahui, bahwa kondisi global berubah setiap detik, berubah setiap menit, berubah setiap hari, berubah setiap minggu, berubah setiap bulan.

Jokowi juga mengingatkan kepada para kepala daerah, untuk siap berkompetisi di dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini. Sebab, lanjut presiden, sekarang sudah masuk era MEA, belum lagi dengan EFTA Uni Eropa, RCEP blok China, dan juga TPP (Trans Pacific Partnership).

“Inilah kondisi keterbukaan yang tidak bisa kita tolak. Sebelum Panama pun saya sudah punya satu bundel. Bapak simpan di swiss, saya tahu, Bapak simpan di mana saya tahu,” jelasnya.

Pejabat daerah, tambah Jokowi, agar menghindari realisasi anggaran pada pertengahan tahun bahkan pada September dan Oktober. “Jangan yang lama diteruskan, September, Oktober pas hujan datang malah membangun. Kenapa tidak mulai Maret. Jangan terkena arus birokrasi kita,” tuturnya. (goek/*)