Rabu
21 Oktober 2026 | 9 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Minta Kepala Daerah Rangkul Lawan Politik

pdip-jatim-jokowi-di-depan-kepala-daerah1

pdip-jatim-jokowi-di-depan-kepala-daerah1JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kerja pemimpin daerah termasuk yang baru hasil Pilkada 2015 ditunggu rakyat yang telah mempercayai mereka. Jokowi minta para kepala daerah dan wakilnya, merangkul lawan-lawan politiknya dalam pilkada.

“Bertarung itu lima tahun sekali, jangan bertarung terus. Nanti rakyat dapat apa,” tandas Jokowi, di Istana Negara, kemarin.

Presiden dari PDI Perjuangan itu juga minta agar pejabat daerah yang dulu tidak mendukung saat pilkada, tidak dimutasi ke tempat terpencil karena alasan itu. Dia mengaku sudah mendengar soal itu.

“Jangan begitu. Ingat sebagai pimpinan kita ditunggu rakyat, dinanti rakyat kerja-kerja nyata kita,” katanya.

Dia mengingatkan para kepala daerah untuk saling memperkuat hingga akhir masa jabatan dan bukan saling berkelahi. “Saya minta agar pimpinan daerah jadi satu kesatuan. Jangan awal mesra, nanti di pertengahan berantem, jangan terjadi,” ajak Jokowi.

Hal itu dia sampaikan saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah (RKP) dengan gubernur dan bupati/wali kota serta wakil bupati/wakil wali kota hasil Pilkada Serentak tahun 2015, di Istana Negara, kemarin.

Di awal arahannya, Jokowi mengingatkan kepada para kepala daerah mengenai tantangan dan kesulitan yang dihadapi bangsa ini. Presiden menyebut tiga hal, yaitu pertama masalah persaingan dan kompetisi, kedua masalah deregulasi, dan yang ketiga masalah yang berkaitan dengan anggaran.

“Ketiga-tiganya sangat penting untuk perlu kita ketahui bersama. Agar kita mempunyai sebuah garis yang sama dalam mengelola pemerintahan ini dan berkonsolidasi dengan baik antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota, dari pusat sampai ke daerah,” papar Jokowi.

Dia menyebutkan, kondisi global sekarang ini berada pada posisi sangat pesimis, pada posisi pertumbuhan yang menurun, yang sulit. Mantan Wali Kota Solo ini mencontohkan, tahun 2015 ekonomi dunia mengalami kejadian beruntun, di mana Indonesia baru mengantisipasi adanya krisis Yunani.

Ekonomi dunia, lanjutnya, dihadapkan pada depresiasi Yuan, akibat pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang menurun serta kenaikan suku bunga The Fed di Amerika.

Kondisi-kondisi seperti itulah yang harus diketahui, bahwa kondisi global berubah setiap detik, berubah setiap menit, berubah setiap hari, berubah setiap minggu, berubah setiap bulan.

Jokowi juga mengingatkan kepada para kepala daerah, untuk siap berkompetisi di dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini. Sebab, lanjut presiden, sekarang sudah masuk era MEA, belum lagi dengan EFTA Uni Eropa, RCEP blok China, dan juga TPP (Trans Pacific Partnership).

“Inilah kondisi keterbukaan yang tidak bisa kita tolak. Sebelum Panama pun saya sudah punya satu bundel. Bapak simpan di swiss, saya tahu, Bapak simpan di mana saya tahu,” jelasnya.

Pejabat daerah, tambah Jokowi, agar menghindari realisasi anggaran pada pertengahan tahun bahkan pada September dan Oktober. “Jangan yang lama diteruskan, September, Oktober pas hujan datang malah membangun. Kenapa tidak mulai Maret. Jangan terkena arus birokrasi kita,” tuturnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...