Sabtu
18 Juli 2026 | 7 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Kekerasan Seksual Anak Masuk Kejahatan Luar Biasa

pdip-jatim-jokowi-puan

pdip-jatim-jokowi-puanJAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan perkara kekerasan seksual dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa. Sebab, kasus kekerasan seksual, terutama terhadap anak-anak sudah mengkhawatirkan.

“Saya ingin agar ini menjadi sebuah kejahatan yang luar biasa, sehingga penanganannya pun dengan sikap luar biasa,” ujar Jokowi, saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Mengenai penanganan hukumnya, Jokowi mengatakan, bahwa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)-nya baru diproses, undang-undang-nya juga akan  diajukan revisi. Tapi yang paling penting, tegas dia, penanganannya harus dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa.

“Sikap dan tindakan kita sendiri juga sama, harus juga luar biasa. Itu yang tadi yang saya perintahkan kepada Kapolri, Jaksa Agung, dan kepada Kepala BIN untuk penanganannya secepat- cepatnya,” tegasnya.

Soal kemungkinan dilakukan hukuman kebiri, menurut Jokowi, akan ditanyakan ke Jaksa Agung atau Kapolri.

Sebelumnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, Perppu yang tengah dirancang, akan mengatur hukuman berat bagi pelaku kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak-anak.

Upaya memperberat hukuman, menurut Puan, tak hanya sanksi kebiri. “Perberat itu sampai hukuman mati dan seumur hidup,” kata Puan di Istana Merdeka, Jakarta.

Bagi pelaku kejahatan seksual yang masih di bawah umur, jelas Puan, tidak hanya disanksi hukuman badan atau penjara, namun juga akan dikenakan hukuman berupa rehabilitasi psikologis.

“Pelaku akan diberikan rehab dengan maksud tidak mengulangi perbuatan itu lagi, dan kembali ke jalan yang benar,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Rehabilitasi psikologis kepada pelaku kejahatan seksual di bawah umur, tambah dia, juga merupakan implikasi dari asas perlindungan anak sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan marak terjadi. Kasus yang ramai dibicarakan publik, salah satunya, adalah pemerkosaan dan pembunuhan massal di Bengkulu, yang menimpa Yuyun (14).

Siswi SMP itu diperkosa 14 remaja, 2 April lalu. Polres Rejang Lebong telah menangkap 12 dari 14 terduga pelaku. Tujuh di antara mereka berusia di bawah 18 tahun. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep memberikan dukungan terhadap penguatan peran madrasah diniyah sebagai lembaga ...
HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...
LEGISLATIF

Lengkap, Ini Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Lumajang Terhadap Raperda P-APBD 2026

LUMAJANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Ingatkan Keberhasilan Hotline Ditentukan Respons Cepat dan Tindak Lanjut Aduan

DPRD Kota Surabaya menegaskan keberhasilan program hotline Pemkot Surabaya bergantung pada komitmen menindaklanjuti ...
KABAR CABANG

Terus Bergerak dari Akar, DPC Magetan Mantapkan Penguatan Struktur

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus melanjutkan tahapan agenda Musyawarah Ranting dan Anak Ranting ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Desak Bappeda Kaji Ulang Rencana Pemindahan Lokasi Alun-Alun Kabupaten Malang

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Bappeda mengkaji ulang rencana pemindahan lokasi Alun-Alun ...