Kamis
27 Agustus 2026 | 6 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jika Dipilih Jadi Ibu Kota RI, Bupati Anas: Banyuwangi Sangat Siap

pdip-jatim-anas-jokowi-bandara-banyuwangi
Bupati Anas mendampingi Presiden Jokowi saat berkunjung ke Banyuwangi Maret 2019 lalu.

BANYUWANGI – Pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Terkait itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyatakan Kabupaten Banyuwangi sangat siap jika dipilih sebagai pusat pemerintahan menggantikan Jakarta.

Menurut Anas, Banyuwangi memenuhi kriteria untuk diusulkan sebagai Ibu Kota Indonesia. Pihaknya siap jika Bappenas atau pihak terkait meminta data.

Anas menyebutkan, setidaknya Banyuwangi memenuhi tiga kriteria untuk menjadi ibu kota. Pertama, Banyuwangi memiliki puluhan ribu hektare tanah yang bukan milik warga tapi milik BUMN.

“Andaikan pindah ke Banyuwangi tidak perlu beli tanahnya. Di sekitar Glenmore sampai Kalitelpak dan lain-lain itu milik PTPN XII,” kata Anas kepada wartawan, kemarin.

Kedua, lanjut Anas, dari sisi cadangan air cukup. Karena Banyuwangi memiliki tiga Taman Nasional dan Banyuwangi sudah masuk di Unesco sebagai Cagar Biosfer dunia.

Ketiga, pantai tidak jauh di Banyuwangi. Dan kalau ditarik tengah dengan Kalimantan Tengah pun Banyuwangi tidak jauh.

“Saya hitung jarak penerbangan Banyuwangi ke Jakarta dengan Banyuwangi Ke Kalimantan Tengah lebih dekat Banyuwangi ke Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Dengan kriteria yang dimiliki, tambah Anas, Banyuwangi sangat layak untuk dipilih kementerian atau pihak terkait untuk menjadi ibu kota. “Selama ini untuk kemajuan dan kemaslahatan Indonesia kami siap,” ujar Anas.           

Beberapa hari terakhir, imbuh Anas, banyak yang menelpon, kenapa dirinya tidak mengusulkan Banyuwangi menjadi ibu kota. “Nah kita tidak enak sebagai orang Jawa. Tapi kriteria yang disampaikan masuk,” katanya.

Terkait rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara, Koordinator Nasional Pusat Tampung Aspirasi Masyarakat Indonesia (Pustari), Arum Sabil mengatakan, Banyuwangi pantas menjadi ibu kota negara karena berbagai alasan.

“Tanah milik negara di Banyuwangi masih luas, sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembebasan lahan,” kata Arum saat di Banyuwangi. Dia menambahkan untuk membangun ibu kota sama saja membangun peradaban. Maka yang harus diperhatikan adalah mata air di wilayah yang akan menjadi calon ibu kota, dan Kabupaten Banyuwangi memenuhi hal itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Dorong Pacitan Naik Kelas Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan wisata alam ...
EKSEKUTIF

Kekeringan Mengancam, Bupati Yani Gerak Cepat Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tenggor

GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak ...
LEGISLATIF

Peternak Ayam Petelur Magetan Bakal ke Jakarta Sampaikan Aspirasi, DPRD Siap Mendampingi

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bakal mengawal langsung persoalan perunggasan dan anjloknya harga telur ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan Pengeboran Sumur Air Bersih di Madura

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, bantuan pengeboran sumur air bersih di Dusun Tlandung ...
HEADLINE

Sambut Muktamar ke-35 NU, PDIP Jatim Buka Posko Gratis untuk Layani Muktamirin

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman ...
KRONIK

Diana Sasa Berharap Muktamar ke-35 NU Lahirkan Kepemimpinan yang Dekat dengan Persoalan Umat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih (Diana Sasa) berharap ...