oleh

Jelang Lebaran, Bakul Pasar Kota Madiun Divaksin Covid

-Eksekutif-30 kali dibaca

MADIUN – Vaksinasi Covid-19 mulai menyasar pedagang pasar tradisional di Kota Madiun. Sedikitnya 500 pedagang pasar tradisional telah divaksin dosis pertama, pada Jumat (16/4/2021).

Vaksinasi dengan sasaran pemberi pelayanan publik non pemerintahan ini berlangsung di Asrama Haji Kota Madiun. Selain para bakul di pasar tradisional, sebanyak 136 tenaga upahan Dinas Perdagangan setempat juga ikut divaksin.

Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya menuturkan, dipilihnya pedagang pasar untuk divaksinasi sebagai langkah antisipasi karena biasanya jika bulan Ramadhan, pasar akan ramai pengunjung.

Vaksinasi diharapkan dapat memproteksi para pedagang sekaligus pengunjung pasar dari penyebaran Covid-19. Tentunya dengan tetap disiplin protokol kesehatan.

“Intinya pedagang di pasar dilakukan vaksinasi karena pasar adalah tempat umum yang biasanya saat bulan puasa begini pasti ramai luar biasa. Maka, untuk mengantisipasi penyebaran covid, adalah bijaksana ketika pedagang pasar termasuk dalam skala prioritas (vaksinasi),” terang Inda Raya, Senin (19/4/2021).

Kader Banteng ini menambahkan, pedagang pasar memang menjadi prioritas karena banyak berinteraksi dengan masyarakat. Apalagi, di bulan Ramadhan dan mendekati Lebaran seperti ini.

Vaksinasi diharap semakin memberikan kepercayaan diri kepada pedagang saat memberikan pelayanan.

“Covid kita tangani secara serius, walaupun cukup landai tetapi jangan terlena. Vaksin kita masifkan. Setelah guru, kali ini pedagang. Ini penting terutama mendekati Lebaran banyak pengunjung di pasar,” katanya.

Polisitisi PDI Perjuangan ini menambahkan, vaksinasi akan dilakukan secara bertahap. Total sasarannya sebanyak 3.300 pedagang baik yang beralamat dalam kota maupun luar kota tetapi kesehariannya berjualan di Kota Madiun.

Pemkot Madiun bakal mengajukan permohonan vaksin kembali untuk menuntaskan target tiga ribu pedagang lebih itu. “Selanjutnya setelah ini pelayan pasar modern. Prinsipnya, yang berkaitan dengan pelayanan publik menjadi prioritas. Termasuk lansia,” tutupnya. (ant/pr)