oleh

Jadi Ajang Prepcom 3, Dunia Akan Lebih Mengenal Surabaya

pdip-jatim-armuji-rakernasSURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji berharap, pelaksanaan The Third Session of the Preparatory Committee for Habitat III (Prepcom 3) yang digelar di Grand City Convex & Mall sejak 25 Juli sampai 27 Juli, harus bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Nilai tambah itu, sebut Armuji, memang tidak bisa dirasakan masyarakat secara langsung saat konferensi PBB ketiga tentang perumahan dan pembangunan perkotaan berkelanjutan tersebut berlangsung.

“Namun kami yakin, dengan melibatkan semua elemen masyarakat, nilai tambah itu akan dirasakan,” kata Armuji, kemarin.

Prepcom for Habitat III ini dihadiri 33 menteri dari negara-negara anggota PBB serta sedikitnya 4.500 peserta konferensi. Kegiatan ini juga dihadiri ratusan delegasi dari 193 negara.

Armuji menambahkan, nilai plus dari pelaksanaan Prepcom 3 itu, minimal dunia akan mengenal Surabaya dengan aneka budaya dan masyarakatnya. Jika ada produk dan karya terbaik, ujarnya, tentu dunia akan melihat.

“Di sinilah dituntut kualitas yang dihasilkan. Saya yakin, jika produk itu baik akan memberi kesan baik pada delegasi. Harus ada yang memfasilitasi jika dunia benar-benar menginginkannya,” ujarnya.

Selain itu, tidak saja seremonial dan gebyar yang diperhatikan. Ikon-ikon baru di Surabaya harus tercipta.

pdip-jatim-salah-satu-even-seni-prepcom-3Semua pihak, tambah pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini, harus didorong untuk memberikan sajian terbaik untuk tamu internasional ini. Misalnya Kampung Peneleh harus bisa mengesankan untuk para tamu.

Legislator empat periode ini mengaku bangga karena Surabaya ditunjuk sebagai kota penyelenggaraan even tingkat dunia. Meski demikian, Armuji tetap minta Pemkot Surabaya lebih meningkatkan keberhasilannya, dengan terus melakukan pembenahan dan inovasi di segala bidang.

Senada, anggota Fraksi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi C DPRD Surabaya Riswanto mengaku bangga Kota Pahlawan ditunjuk PBB sebagai tuan rumah Prepcom 3. Dengan penunjukan itu, sebut Riswanto, mengartikan Surabaya telah disejajarkan dengan kota-kota besar lain di dunia.

Dia mengakui, dibanding kota lain di Indonesia, Surabaya yang terbaik. “Di bidang penataan, wajah kota, penghijauan dan kebersihannya, Surabaya unggul,” ungkapnya.

Riswanto menyebut, Surabaya termasuk kota yang layak hidup. Artinya, kawasan ini layak dihuni dengan nyaman. Meski, tiap tahun gelombang urbanisasi terus terjadi, namun  pemerintah kota berhasil mengatasinya.

Pihaknya berharap, meski perkembangan Surabaya bisa disejajarkan dengan kota maju lainnya di tingkat internasional, namun proses pembangunan kearah yang lebih baik harus terus dilakukan. (goek)