Minggu
28 Juni 2026 | 10 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Infrastruktur Kian Memadai, Alas Purwo Geopark Banyuwangi Makin Diminati

pdip-jatim-alas-purwo-01

BANYUWANGI – Liburan akhir pekan di Banyuwangi, bukan hanya ada Kawah Ijen. Ada satu lagi lokasi tak kalah cantik, Taman Nasional (TN) Alas Purwo yang telah ditetapkan sebagai geopark nasional.

Menyusuri kawasan ini tak ubahnya menjelajahi alam liar di Indonesia, yang konon merupakan tanah tertua di Pulau Jawa.

Tempat wisata alam Alas (hutan dalam bahasa Jawa) Purwo berada di ujung tenggara Pulau Jawa, tepatnya berada di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Taman nasional yang luasnya 44.037 hektar ini memiliki banyak keindahan yang bisa dinikmati. Maklum saja kawasan yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional ini merupakan rumah bagi ratusan jenis flora dan fauna.

Muhamad Wahyudi, Kasubag TU Balai TN Alas Purwo jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Alas Purwo mengalami kenaikan. Tercatat pada 2016 sebanyak 134.130 orang, 137.430 (2017), dan melonjak jadi 211.049 pada 2018.

“Lonjakan ini seiring seiring dengan perkembangan sektor pariwisata di Banyuwangi, apalagi kini ada penerbangan langsung dari Jakarta dan Surabaya serta direct flight dari Kuala Lumpur. Ditunjang perbaikan akses serta penambahan sarana dan prasarana yang menambah kenyamanan pengunjung, termasuk akses jalan utama di kawasan ini hingga Pantai Pancur,” kata Wahyudi.

Menuju ke sana, wisatawan dapat melalui Kota Banyuwangi berlanjut menuju Kalipait dengan jarak tempuh sekitar 1 jam lebih. Tarif masuknya Rp 7.500 per orang.

Memasuki pintu gerbang Rowobendo, pengunjung akan disambut rerimbunan pohon mahoni di sepanjang jalan utama. Menyusurinya juga menyenangkan, karena kini jalannya sudah beraspal mulus.

Tak jauh dari pintu gerbang, wisatawan akan melihat sebuah candi Hindu yang bernama Situs Kawitan, yang dalam bahasa Jawi Kawi artinya tua.

Ini dikaitkan dengan Alas Purwo yang dipercaya sebagai tanah yang pertama kali ada saat penciptaan tanah Jawa. Setelahnya, perjalanan berlanjut ke Sadengan, sebuah padang savana yang luas.

Di savana bisa melihat burung merak, rusa, dan banteng Jawa. Di sana disediakan menara pantau bagi wisatawan. Jika mau melihat burung merak, harus datang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

TN Alas Purwo sendiri dihuni 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil.

TN Alas Purwo juga diberkahi deretan pantai eksotis. Maklum saja, Alas Purwo berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia.

Beberapa pantainya yakni Pantai Parang Ireng, Pantai Ngagelan, Pantai Pancur dan Pantai Plengkung. Di Ngagelan, pantai tempat berlabuhnya penyu bertelur juga ditemui tempat penangkaran tukik (anak penyu) empat jenis penyu.

Lalu ada Pantai Pancur, dimana fasilitas di pantai ini lebih lengkap seperti ada musala, tempat parkir dan warung makan. Terakhir, Pantai Plengkung atau yang dikenal dengan Pantai G-Land adalah tempat surfing para peselancar profesional.

Pantai ini punya ombak setinggi 6 meter dan merupakan salah satu tempat surfing terbaik di dunia. Di Alas Purwo juga terdapat Gua Istana, yang konon memiliki kegelapan abadi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sangat mengapresiasi pemerintah pusat yang telah melengkapi infrastruktur di kawasan tersebut. Pemkab, lanjut Anas, telah merancang event sporttourism yakni Alas Purwo Geopark Green Run pada 17 November 2019 mendatang.

“Event yang masuk agenda Banyuwangi Festival ini untuk mengenalkan Alas Purwo lebih luas. Sudah terbukti bahwa event cara efektif mempromosikan suatu lokasi, yang dampaknya memicu kunjungan wisatawan. Akan menjadi pengalaman baru yang menantang, berlari di tengah rerimbunan hutan yang penuh oksigen,” kata Anas.

TN Alas Purwo kini disiapkan untuk diajukan menjadi bagian dari Global Geopark Network UNESCO, badan PBB yang menangani pendidikan, keilmuan,  kebudayaan.

“Dengan menjadi bagian geopark dunia, kami berharap konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan bisa terus terjaga sekaligus menyejahterakan masyarakat,” harap Anas. (tribunnews)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Festival Mural Selesai, Kantor DPC Lamongan Bagai Galeri Seni Nasionalisme

LAMONGAN – Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 digelar DPC PDI Perjuangan Lamongan berakhir Minggu (28/6/2026) ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Bekali Gen Z Keterampilan Make Up untuk Buka Peluang Usaha

PDI Perjuangan Kota Blitar membekali perempuan Gen Z dengan keterampilan make up modern sebagai bekal berwirausaha ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Napak Tilas Sejarah Hubungan Bung Karno dan KH Baidhowi, Lasem

BOJONEGORO – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten ...
KABAR CABANG

Apresiasi bagi Seniman Muda, Lukisan Terbaik Bung Karno Dipajang di Kantor DPC Kabupaten Kediri

Lukisan terbaik Lomba Lukis Wajah Putra Sang Fajar dipajang di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri sebagai ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan Lewat Soekarno Fun Trail Run 2026

DPC PDI Perjuangan Kota Batu mengampanyekan penyelamatan lingkungan melalui Soekarno Fun Trail Run 2026 sekaligus ...
KABAR CABANG

Kader Perempuan Didorong Jadi Penggerak Akar Rumput, DPC PDIP Trenggalek Bekali Strategi Komunikasi

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memperkuat peran kader perempuan sebagai penggerak akar rumput ...