MADIUN – Inda Raya bersama Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemanusiaan Bahana Bersahaja yang digelar di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (11/2/2026).
Kehadiran Inda Raya dan AIMI menjadi bagian dari kolaborasi multipihak dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak. Dalam kegiatan tersebut, AIMI memberikan edukasi seputar pentingnya pemberian ASI eksklusif, pendampingan menyusui, serta konsultasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
Inda Raya menyampaikan bahwa edukasi menyusui tidak hanya menyasar ibu, tetapi juga keluarga sebagai sistem pendukung utama. Menurutnya, keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh pemahaman dan dukungan lingkungan sekitar.
“Kami ingin memastikan para ibu mendapatkan informasi yang benar dan pendampingan yang tepat. ASI eksklusif selama enam bulan adalah fondasi penting bagi tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting,” ujar Inda Raya di sela kegiatan.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat desa. Partisipasi dalam Bahana Bersahaja dinilai sebagai ruang strategis untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan interaksi langsung bersama warga, sesi tanya jawab, serta pembagian materi edukatif yang mudah dipahami. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi ibu-ibu yang memanfaatkan kesempatan konsultasi secara langsung.
Bahana Bersahaja sendiri merupakan forum pelayanan terpadu yang menghadirkan berbagai unsur pemerintah dan komunitas untuk memberikan layanan sosial, kesehatan, serta administrasi secara langsung di tingkat desa.
Melalui kolaborasi ini, Inda Raya dan AIMI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI eksklusif, pola asuh sehat, serta pencegahan stunting dapat terus meningkat, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Madiun. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










