Jumat
28 Agustus 2026 | 5 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

HUT ke-46, PDIP Luncurkan Komik “Bung Karno Bapak Bangsa”

pdip-jatim-buku-bung-karno-bapak-bangsa

JAKARTA – DPP PDI Perjuangan akan meluncurkan komik berisi kisah hidup Proklamator RI, Ir Soekarno. Komik berjudul “Bung Karno Bapak Bangsa” itu akan dibagikan pertama kali saat perayaan puncak HUT ke-46 PDI Perjuangan di Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, komik itu hasil karya cucu Bung Karno, M Prananda Prabowo, putra kedua Ketua Umum DPP PDIP yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

“Kami luncurkan karya tentang sejarah Bung Karno yang dibuat dalam bentuk komik. Ini karya Mas Prananda Prabowo,” kata Hasto di Jakarta, kemarin.

Hasto mengatakan, komik itu bagian dari upaya PDIP melaksanakan tugas sejarah demi menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai nilai-nilai kebangsaan.

“Sehingga, berbagai upaya untuk menggelorakan semangat dan rasa cinta Tanah Air betul-betul kami lakukan bersama dengan baik,” kata Hasto.

Komik itu terdiri atas 36 halaman dan disusun Prananda Prabowo, yang juga Kepala Situation Room DPP PDIP. Isinya menampilkan kisah hidup Bung Karno sejak kelahirannya hingga diangkat menjadi Presiden Pertama RI dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang digelar pada 18 Agustus 1945.

Cerita dalam komik itu diawali dengan gambar tentang Surabaya yang menjadi kota kelahiran Soekarno pada masa kolonial. Di kota pelabuhan itu, kedua orangtua Soekarno bermukim setelah hijrah dari Bali.

Berbagai detil kisah hidup Soekarno sejak kecil ditampilkan, termasuk soal sejarah pendidikan di Eerste Inlandsche School atau Sekolah Dasar Bumiputra dan Europeesche Lagere School (ELS) di Mojokerto.

Pada usia 14 tahun, Soekarno sudah ditempa langsung oleh HOS Tjokroaminoto yang dikenal sebagai guru para pendiri bangsa. Dua tahun kemudian, Soekarno sudah bergabung dengan Tri Koro Dharmo yang menjadi embrio organisasi kepemudaan Jong Java.

Soekarno pula yang memperkenalkan sebutan peci saat pertemuan Jong Java di Solo pada 1921. Istilah peci diambil dari kata “petje” dalam bahasa Belanda, yang artinya kopiah atau topi kecil.

Komik ini juga mengisahkan soal masa kuliah Bung Karno di Technische Hooge School yang menjadi cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB). Di masa itulah Bung Karno mengenal tokoh-tokoh lain seperti Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan lainnya.

Kisah hidup Soekarno memulai aktivitas politik kepartaian juga diceritakan, termasuk ketika Soekarno harus menghadapi taring hukum pengadilan Kolonial Hindia Belanda. Kisah-kisahnya selama menjalani masa hukuman dan pembuangan, serta pergulatan pemikirannya pun dibahas di komik tersebut.

Setelah lepas dari pengasingan, kisah Soekarno semakin mengobarkan perlawanan rakyat terus diangkat. Bersama Moh Hatta, Soekarno mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dengan berbagai strategi.

Ikhtiar Soekarno dan kawan-kawannya membuahkan hasil. Soekarno memanfaatkan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bentukan Jepang guna membulatkan tekad untuk merdeka.

Dalam sidang BPUPKI yang digelar 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan Pancasila. Kelak, gagasannya tentang Pancasila itu yang akhirnya masuk dalam Pembukaan UUD 1945. Akhirnya, pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehari kemudian, sidang PPKI mendaulat Soekarno sebagai presiden, sedangkan Bung Hatta sebagai wakilnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...