oleh

Hasto: Blusukan Menyapa Rakyat Sudah Menjadi Karakter Bu Risma

-Berita Terkini, Kronik-16 kali dibaca

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Menteri Sosial Tri Rismaharini yang aktif blusukan di DKI Jakarta pasca dilantik, memang sudah menjadi karakternya.

Menurut Hasto, saat menjabat Wali Kota Surabaya dua periode, Risma kerap turun ke bawah. 

“Bu Risma juga kan belum lama dilantik, jadi karakter kepemimpinan Bu Risma setiap kunjungan ke daerah itu turun dan menyapa rakyat khususnya mereka yang miskin, yang terpinggirkan, yang diperlakukan tidak adil,” kata Hasto.

Baca: Pesan Risma untuk Anjal Mojokerto: Jangan Sampai Terlibat Narkoba

Hal itu diungkapkan Hasto menjawab sejumlah pertanyaan wartawan seusai menerima sertifikasi insinyur profesional dari Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII), Selasa (5/1/2021).

Menurut Hasto, apa yang dilakukan Risma itu cara membangun harapan bahwa wong cilik, rakyat marhaen tidak akan lagi merasa tertinggalkan karena hadirnya pemimpin yang menyatu dengan rakyat. 

“Dan tradisi blusukan ini juga dilakukan oleh Presiden Jokowi sebelumnya ketika beliau menjadi gubernur. Sehingga ini harus menjadi bagian kultur kepemimpinan nasional kita, seorang pemimpin yang menyatu dengan rakyat,” papar Hasto.

“Bukankah sejak awal ketika Konstitusi dirancang semangat dari para pendiri republik ini menegaskan bagaimana fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara?” tambah Hasto.

Terlebih, lanjut dia, pengalaman Risna yang begitu luas sebagai wali kota faktanya mampu membawa kemajuan dan juga keberpihakan bagi rakyat kecil di Kota Surabaya.

Hasto juga menambahkan, Risma melakukan blusukan bukan hanya akan di Jakarta. Tapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya sebagai menteri sosial. 

Baca juga: Tetap Akan Blusukan, Mensos: Mohon Maaf, Saya Pengen Tetap Jadi Risma

Pada akhir tahun lalu, Risma sempat berkunjung ke Ponorogo untuk bertemu penyandang disabilitas.

Apa yang dilakukan Risma, imbuh Hasto, merupakan pelaksanaan semangat konstitusi, di mana fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara, bagaimana negara hadir, bagaimana keadilan sosial ini dikedepankan. 

“Karena itulah apa yang dilakukan Bu Risma justru menunjukkan beginilah sosok pemimpin yang terus bergerak dan berdedikasi bagi kepentingan rakyat itu. Karena rakyat sebagai sumber legitimasi dan legalitas dari kepemimpinan itu,” terang Hasto. (goek)