Minggu
06 September 2026 | 1 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Buku Nasional, Supriadi Dorong Masyarakat Gemar Membaca untuk Tingkatkan SDM

pdip-jatim-240517-supriadi-blitar

BLITAR– Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menaruh harapan agar masyarakat semakin meningkatkan minat baca dan memanfaatkan literasi sebagai pondasi kemajuan daerah.

Hal tersebut dia sampaikan pada momen peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2025. Pasalnya peringatan Hari Buku Nasional dipandang sebagai momentum penting untuk merefleksikan peran buku dalam membangun peradaban bangsa.

Kata dia, budaya membaca merupakan salah satu cara efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Buku adalah jendela dunia. Melalui membaca, kita bisa memperluas wawasan, meningkatkan pemahaman, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih bijaksana. Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Blitar untuk semakin mencintai buku,” ujar Supriadi melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu (17/5/2025).

Dikatakannya, peran buku tidak bisa digantikan oleh media digital sepenuhnya, meskipun perkembangan teknologi memungkinkan akses informasi secara cepat.

“Buku tetap memiliki daya tarik tersendiri sebagai sumber informasi yang terstruktur dan mendalam. Oleh karena itu, perlu ada upaya kolaboratif antara pemerintah, komunitas literasi, dan masyarakat dalam menjaga tradisi membaca,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap gerakan literasi, pihaknya bersama dengan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kegiatan literasi di sekolah.

Kegiatan tersebut, sebut dia seperti bedah buku, lomba cipta puisi dan lainnya yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sejak usia dini.

Dalam hal ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tersebut juga mengapresiasi komunitas-komunitas literasi di Blitar yang secara mandiri menginisiasi program baca buku di taman kota dan ruang publik lainnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas sangat penting dalam menciptakan budaya baca yang lebih kuat.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengambil manfaat dari informasi. Dengan meningkatkan literasi, kita tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga masyarakat yang lebih bijaksana dalam bersikap,” tutup Supriadi. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...