KOTA MOJOKERTO – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Dr Sri Untari Bisowarno menghadiri Festival Jalur Rempah Sungai Brantas di Kota Mojokerto, Rabu (3/11/2021).
Acara digelar dengan dukungan Pemerintah Kota Mojokerto berlangsung meriah dengan penampilan drama musikal sumpah amukti palapa oleh siswa-siswi SMP se-Kota Mojokerto. Juga penampilan Tari Lenggang Brantas dan Tari Bedoyo oleh Sanggartari Megawati.
Acara juga dimeriahkan penampilan atlet paramotor peraih medali emas dan perak PON Papua. Atlet-atlet tersebut hadir untuk memeriahkan festival dengan membentangkan bendera merah putih dan bendera hitam bertuliskan: Spirit Of Majapahit.
Pada perayaan tersebut, Sri Untari Bisowarno bersama Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Dirjen Kebudayaan Kmendikbud RI, Hilmar Farid dan atlet dayung muda dari PODSI Kota Mojokerto, menyusuri Sungai Brantas.
Usai acara, Sri Untari yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mengapresiasi jalannya kegiatan. Ia merasa spirit kegiatan tersebut menyatu antara program pemerintah dengan masyarakatnya.

Soal rempah, politisi yang dikenal enerjik ini mencontohkan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan potensi kemakmuran melalui tanaman tersebut. Yakni dengan membentuk perda tentang obat tradisional berbahan rempah-rempah nusantara.
“Pemerintah kabupaten dan kota bisa menyusun perda yang sama dengan mengacu perda tersebut. Di pusat, kawan-kawan komisi X (sepuluh) bisa ikut membuat perundangan. Sehingga terjadi koneksi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten atau kota untuk perlindungan, pemanfaatan dan kemudian perawatan rempah,” jelas wakil rakyat yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini.
Sri Untari menambahkan, rempah adalah anugerah dari alam untuk Indonesia yang layak disyukuri. Untari mengutip hasil penelitian, dari 40 ribu jenis rempah, 30 ribu ada di Indonesia.
“Tapi kita baru menemukan 7.500, jadi yang 22.500 belum ada namanya. Jadi masih sangat terbuka kesempatan bagi kita untuk mengembangkan rempah-rempah tersebut,” terang Untari.

Bahkan, dalam sejarah negeri ini, bangsa-bangsa lain datang ke nusantara salah satunya juga karena rempah-rempah.
Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid menyampaikan atensi luar bisa atas terselenggaranya festival tersebut. Bahkan ia menyanggupi tahun depan akan membuat festival serupa dengan gebyar yang lebih besar.
“Luar biasa melihat teman-teman kerja keras di air, darat dan udara. Saya melihat tugas kita menjadi ringan karena ditanggung berama-sama, dengan melibatkan siswa-siswi SMP se-Kota Mojokerto dan masyarakat. Saya tadi bisik-bisik lagi, tahun depan masih ada gak? Tahun depan harus kita buat lagi,” ucapnya usai menerima penghargaan patung Bung Karno kecil.
Festival juga dihadiri Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto; Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ery Purwanti dan Ketua KONI Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo. (arul/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









