oleh

Hadapi Debat Pilgub Kedua, Gus Ipul-Puti Tak Siapkan Secara Khusus

-Berita Terkini-1 kali dibaca

SURABAYA – Pasangan Cagub-cawagub Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi Debat Publik Pilgub Jatim kedua di Dyandra Convention Center Surabaya, pada Selasa (8/5/2018) malam.

Gus Ipul dan Mbak Puti, akan menyampaikan apa-apa yang sudah dilihat dan diserap selama masa kampanye.

“Saya mempersiapkan sambil jalan saja. Intinya menyerap apa yang saya lihat dan temui dalam kegiatan kampanye di tengah masyarakat selama ini,” kata Puti.

Sedang Gus Ipul mengatakan, pasangan nomor urut 2 akan menyampaikan apa yang sudah dijalankan. “Selama ini kan sudah sampaikan ke publik, lewat program dan seminar maupun acara pertemuan dengan masyarakat,” terang Gus Ipul kepada wartawan.

Dia menyebutkan, Puti Guntur selama ini sudah memetakan sejumlah permasalahan dan jalan keluar yang harus diambil. “Mbak Puti belajar terus, keliling terus dan semua sudah ke kabupaten/kota. Mbak Puti semakin mengerti persoalan di Jatim,” jelasnya.

Dia mengatakan, dalam debat nanti, pihaknya akan terus bersinergi dengan pasangannya dan mengikuti aturan selama debat dengan saling mengisi. “Tidak ada pembagian peran. Kan sudah dibagi sesi cagub, ada sesi cawagub oleh KPU,” ujar Gus Ipul.

Untuk tema debat Cagub ronde dua yang mengusung tema perekonomian, Gus Ipul mengaku sudah memahami permasalahan yang terjadi di Jawa Timur.

“Selama ini kan kita sudah melakukan upaya dan menjalankannya. Untuk bidang ekonomi tentu yang mensejahterahkan, mengatasi kesenjangan dan kemiskinan,” jelas dia.

Apalagi tambah Gus Ipul, saat dirinya menjabat Wagub bersama Gubernur Pakde Karwo, perekonomian di Jawa Timur selalu di atas rata rata nasional.

“Tugas kita sekarang berupaya menaikkan dengan mengangkat teman teman UKM agar lebih bisa bersaing. Intinya kami sudah siap dan tidak ada kesiapan khusus,” tegas Gus Ipul.

Pihaknya tidak akan pernah sungkan mengadopsi program perekonmian di kabupaten/kota yang berhasil untuk diterapkan di beberapa daerah di Jawa Timur. Seperti Surabaya yang berhasil mengangkat UKM untuk bersaing.

“Tapi tentunya akan kita sesuaikan dengan kondisi di daerahnya. Dengan kondisi ini, maka masyarakat akan merasakan kehadiran pemerintah,” tuturnya. (goek)