Jumat
17 April 2026 | 2 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Ipin: Tak Ada Satupun Perubahan di Dunia Tanpa Keterlibatan Pemuda

pdip-jatim-210818-webinar-badiklatda-1

SURABAYA – Sebagai kader Banteng milenial yang saat ini mendapat tugas sebagai Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, amanah ini dia emban semata-mata untuk mengabdi dan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sebelum terjun ke dunia politik, dirinya aktif dalam dunia seni yaitu musik. Dia memandang musik dan politik memiliki sebuah korelasi, di mana sama-sama bertujuan untuk menyenangkan hati masyarakat.

“Saya kemudian mencoba menangkap kegundahan orang lain, lalu diubah menjadi lirik lagu. Itu kan sama saja seperti kita membaca amanat penderitaan rakyat. Kemudian kita tinggal ubah dalam bentuk kebijakan ketika kita ada di satu jabatan politik,” terang Arifin.

Paparan itu dia sampaikan saat menjadi narasumber webinar yang digelar Badiklatda PDI Perjuangan Jawa Timur bertema “Membangkitkan Semangat Spirit Kemerdekaan Milenial”, Selasa (17/8/2021) malam.

Politisi yang akrab disapa Gus Ipin tersebut menjelaskan, sebagai bagian dari generasi muda bangsa Indonesia, anak-anak muda harus terlibat secara aktif dalam berbagai perubahan dan dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, tidak ada satupun perubahan yang ada di dunia ini, tanpa adanya keterlibatan pemuda secara aktif. Salah satunya bagaimana pemuda mendorong dan mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari kolonialisme dan imperialisme.

“Mereka cuma punya satu persamaan cita-cita, udah itu aja. Kalau kita yang di sini banyak tapi nggak punya kesamaan cita-cita atau kita ini mikirin diri kita masing-masing, ya sudah itu enggak bakal ada namanya kemajuan,” ujarnya.

Berbicara mengenai bonus demografi, lanjut dia, Jawa Timur sudah terlebih dahulu mengalami hal tersebut pada tahun 2019. Oleh sebab itu, sebagai seorang pemangku kebijakan dirinya memandang perlu gagasan dan inovasi pembangunan daerah.

“Kita harus belajar bawa tidak boleh lagi ada bencana alam, bencana sosial, bencana non alam seperti ini. Dengan cara memastikan bahwa kemajuan kita harus di drive dengan cara berkelanjutan, dengan cara pengambilan kebijakan dan langkah-langkah pembangunan yang berkelanjutan tidak polutif,” tandas Gus Ipin.

Pembangunan yang berkelanjutan, sebut Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini, akan menjadi modal utama dalam menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik.

Menurutnya, momentum kemerdekaan di tengah pandemi Covid-19 menjadi waktu bagi bangsa Indonesia merefleksikan kembali perjalanannya, dan menyiapkan langkah ke depan secara lebih matang.

“Di situlah letak perjuangan kita dan di situlah saya bersyukur hidup saya masih diberi kesempatan untuk bisa melakukan sesuatu, sebisa dan semampu yang saya lakukan sebaik mungkin,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...