Genjot PAD, Fraksi Banteng Dorong Pemkot Malang Lakukan Ini

 23 pembaca

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang mendorong pemerintah kota setempat mengambil langkah strategis untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Meningkatkan PAD ini untuk menguatkan perekonomian Kota Malang setelah selama 2,5 tahun sebelumnya dihantam pandemi Covid-19.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi mengatakan, beberapa langkah yang bisa dilakukan pemkot untuk mendongkrak PAD tersebut, yakni sistem kinerja harus berorientasi pada hasil dengan tetap memperhatikan aspek hukum, sosial, ekonomi, politik dan pembangunan.

“Hal itu dilakukan melalui kerja sama antar sektor, baik dari Bapenda, BKAD dan berbagai OPD yang lain yang memiliki potensi meningkatkan PAD,” beber Ahmad Wanedi di Kota Malang, Minggu (14/8/2022).

Terkait dengan beberapa barang milik daerah (BMD) dan objek tidak tepat bayar yang menunggak, seperti pasar dan Dinoyo Mall, menurutnya, diperlukan sebuah solusi agar BMD bisa segera menyelesaikan pembayarannya.

Terobosan dalam bidang teknologi dalam optimalisasi pencapaian pendapatan daerah secara riil, lanjut dia, harus benar-benar dirumuskan langkah dan strateginya.

Sehingga dapat mengatasi permasalahan dari akurasi dan realisasi pencapaian pendapatan secara riil dari berbagai sumber pendapatan daerah, terutama perparkiran dan retribusi pasar.

Disamping itu, validasi dan pendataan secara akurat juga diperlukan dalam rangka pemanfaatan aset-aset daerah yang selama ini banyak dimanfaatkan secara ilegal oleh berbagai pihak, seperti disewakan dan berpindah-pindah tangan.

Wanedi menyebut, melalui pendataan dan pembayaran digital, akan mengurangi berbagai kebocoran dari permainan oknum akibat lemahnya sistem yang saat ini dibangun.

“Pendataan secara valid dan akurat, meskipun belum bisa dimanfaatkan menjadi infrastruktur. Setidaknya aset daerah haruslah menguntungkan daerah, dengan tetap digunakan sebagai alat menyejahterakan rakyat,” ujarnya.

Dorongan sebagai rekomendasi Fraksi Banteng ini secara terbuka telah dia sampaikan dalam agenda rapat paripurna Jumat (12/8/2022) lalu. Rapat tersebut agendanya pembacaan pandangan fraksi terhadap rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2022.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto menambahkan, peningkatan PAD tentunya menandakan penguatan perekonomian Kota Malang setelah 2,5 tahun belakangan negeri ini dilanda pandemi.

“Secara umum, memang 2 tahun terakhir merupakan tantangan terberat pertumbuhan ekonomi makro kota Malang. Sebab datangnya pandemi sempat membuat pertumbuhan ekonomi kota Malang mengalami kontraksi sebesar -2,26 persen dan membaik di tahun 2021 dengan angka sebesar 4,21 persen,” ujar Eko.

Menurtunya, omentum perbaikan ekonomi harus sudah dimulai sejak sekarang dengan memaksimalkan distribusi dan serapan anggaran secara optimal yang disertai dengan sistem pengawasan yang ketat.

Harapannya, imbuh dia, pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Kota Malang berhasil menyentuh angka 5 persen. (ace/pr)