oleh

Gelar Talkshow Literasi Digital, BSSN Dukung Digitalisasi UMKM Banyuwangi

-Kronik-13 kali dibaca

BANYUWANGI – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendukung pengembangan digitalisasi UMKM di Kabupaten Banyuwangi. Sebagai bentuk dukungan tersebut, BSSN menggelar talkshow literasi digital #SiberminBaPer langsung dari Hotel Dialoog, Banyuwangi, Kamis (7/10/2021).

Talkshow bertajuk ‘Kita dan UMKM Go Digital’ itu menghadirkan Kepala BSSN, Hinsa Siburian, sebagai keynote speaker dan sejumlah narasumber, yakni Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan Dan Pariwisata BSSN, Edit Prima, serta pelaku usaha go digital Banyuwangi, Annisa Febby Chaurina.

Talkshow tersebut disiarkan langsung melalui streaming kanal Youtube BSSN dan Pemkab Banyuwangi tersebut diikuti lebih dari 500 peserta.

Kepala BSSN, Hinsa Siburian, mengatakan, peluang ruang digital sangat luas. Penggunaan media digital kini sudah menjadi keniscayaan bagi para pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM. Melalui media digital, semua aktivitas bisnis bisa dijalankan dengan lebih cepat dan mudah.

Namun, adopsi teknologi pada sektor UMKM saat ini masih memiliki tantangan, yakni rendahnya tingkat literasi digital. Hal inilah yang menyebabkan rentannya UMKM mengalami serangan siber.

“Semakin tinggi tingkat pemanfaatan teknologi informasi (TI) akan berbading lurus dengan risiko dan ancaman keamananannya. Maka pelaku UMKM Banyuwangi harus membekali diri dengan pengetahuan tentang keamanan siber agar bisa menjalankan bisnis secara nyaman dan aman,” kata Hinsa yang hadir secara virtual dalam talkshow tersebut.

Talkshow #SiberminBaPeR diharapkan dapat memberikan literasi dan membangun kepedulian masyarakat tentang berbagai risiko ketika berinteraksi di ruang siber. Dengan demikian diharapkan muncul etika dan perilaku aman dalam berselancar di ruang siber.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi publik BSSN, Christiyanto Noviantoro menambahkan, dalam pandangan BSSN, Banyuwangi memiliki komitmen tinggi terhadap digitalisasi ekonomi, termasuk di sektor UMKM.

“Inilah alasan kami pilih Banyuwangi sebagai lokus #SiberminBaPer kali ini. Kami ingin pastikan pertumbuhan UMKM Digital di sini juga diimbangi ilmu keamanan siber,” kata Christiyanto.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, membeberkan berbagai program daerah untuk mendorong pemulihan ekonomi. Salah satunya, Banyuwangi memiliki program UMKM Naik Kelas untuk menggerakkan ekonomi arus bawah.

“Program ini banyak sekali turunannya, termasuk dari sisi digitalisasi UMKM,” kata Ipuk.

Banyuwangi juga punya program ongkos kirim gratis produk UMKM ke seluruh Indonesia, Warung Naik Kelas (Wenak) yang memberikan alat usaha produktif bagi warung-warung kecil, pendampingan pengurusan izin usaha, hingga pendampingan sertifikasi PIRT.

“Kami juga punya gerakan Hari Belanja ke Pasar dan UMKM yang digelar setiap bulan di tanggal cantik. Gerakan ini mengajak seluruh ASN dan karyawan BUMN/BUMD terlibat di dalamnya. Ini cara kami untuk menggerakkan perekonomian arus bawah,” jelas Ipuk.

Untuk mendigitalisasi UMKM, sebelum pandemi Banyuwangi rutin menggelar pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM daerah. Tak kurang dari 10 ribu UMKM dilatih go digital setiap tahunnya.

Namun di masa pandemi strategi digitalisasi UMKM digelar dengan konsep yang berbeda. Di antaranya dengan menggelar program inkubasi ‘Jagoan Banyuwangi’ yang terdiri atas Jagoan Tani, Jagoan Bisnis, dan Jagoan Digital.

“Jagoan Tani dan Jagoan Bisnis sudah kita gelar sebulan lalu. Jagoan Digital akhir bulan ini dimulai. Masing-masing menjangkau ratusan anak muda sesuai bidang usahanya masing-masing, yang syaratnya kemudian kita bikin harus go digital,” terang bupati dari PDI Perjuangan itu.

Berbagai program Pemkab Banyuwangi tersebut dirasakan manfaatnya oleh UMKM. Salah satunya Annisa Febby Churina. Pelaku kreatif di dunia fesyen ini mengaku sangat terbantu dengan berbagai pelatihan yang digelar Pemkab Banyuwangi.

“Saya pernah ikut digital marketing dan manajemen keuangan. Ini sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis saya,” tandas Annisa. (set)