Selasa
21 Juli 2026 | 8 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Festival Kebangsaan Banyuwangi Perekat Persatuan dalam Keberagaman

PDIP-Jatim-Festival-Kebangsaan-20112023

BANYUWANGI – Ragam budaya, tradisi, dan adat istiadat dari berbagai suku yang ada di banyuwangi tersaji di malam puncak Festival Kebangsaan, yang digelar di Gelanggang Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Sabtu (18/11/2023) malam. Suguhan atraksi budaya masing-masing suku dan etnis yang ada di Banyuwangi tersebut menjadi gambaran miniatur Indonesia.

Banyuwangi dikenal daerah multikultur yang dihuni oleh banyak suku dan etnis. Tidak hanya suku asli Osing, namun juga ada Jawa, Madura, Bugis, Mandar, Bali, hingga etnis Tionghoa dan Arab. Keragaman ini membuat Banyuwangi kaya akan tradisi dan budaya rakyat.

“Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, Festival Kebangsaan menjadi simbol kerukunan dalam keberagaman masyarakat Banyuwangi. Festival tersebut diikuti beragam suku dan etnis, pemuka lintas agama, dan kelompok budaya.

“Inilah Banyuwangi, walaupun beragam suku dan etnis yang ada di dalamnya, namun warganya insya Allah selalu rukun, guyub, dan saling membantu. Inilah Banyuwangi, seolah-olah miniatur Indonesia,” ujar Bupati Ipuk saat menghadiri acara tersebut.

Di area Gesibu, terdapat stan-stan yang menyajikan seni budaya beragam suku dan etnis. Suku Jawa menampilkan pertunjukan wayang kulit, Bali dengan permainan musik bumbung rindik, Osing Banyuwangi menyuguhkan mocoan lontar, disusul suku Mandar yang menampilkan tradisi pengantin adatnya.

Dalam festival tersebut juga disajikan ritual penyatuan tanah dari masing-masing perwakilan suku. Ritual itu menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kerukunan di Bumi Blambangan.

“Harapannya ini bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda dalam memahami konsep toleransi dan bersinergi, sehingga mereka bisa terhindar dari intoleransi yang bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Festival tersebut dipuncaki aksi doa bersama yang dipimpin oleh pemuka lintas agama. Dilanjutkan dengan menyantap kuliner Nusantara dengan tradisi sajian kehormatan Atur Panjang khas suku Mandar. Seluruh pengunjung terlihat guyub menikmati kuliner yang disajikan memanjang di atas meja secara bersama-sama.

Festival Kebangsaan digelar selama 4 hari, sejak 16-19 November 2023, di areal Gesibu Blambangan dan Kampung Mandar. Tahun ini, festival kebangsaan mengangkat tema besar Selametan Bumi dengan tradisi adat Suku Mandar (Sulawesi Barat) yang diketahui mulai berdatangan ke Banyuwangi sejak abad ke-18 dan 19. (aras/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...