Selasa
20 Oktober 2026 | 8 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Erma Berharap Perda Pesantren Bisa Perkuat Potensi Ponpes

pdip-jatim-erma-reses-050521

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti mengharapkan lahirnya Perda Pesantren nanti dapat menguatkan potensi Pondok Pesantren (Ponpes) di Jatim.

Hal tersebut dia tegaskan saat mengadakan reses di Desa Sumberdiren Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Selasa (4/5/2021).

“Dengan adanya Perda Pesantren ini nanti kita harapkan bisa memberdayakan pondok pesantren, sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran. Kemudian akan menciptakan pengusaha-pengusaha baru dari kelompok santri yang mempunyai potensi,” kata Erma.

Menurutnya, karena saat ini sudah ada UU Pesantren, dia ingin Perda Pesantren ke depan jangan sampai menjadi duplikasi dari UU Pesantren.

Oleh sebab itu, harus ada perincian yang jelas dalam mengatur peran-peran dari Ponpes mulai dari peran pendidikan sampai peran yang lain, sehingga Perda tersebut tidak menjadi produk yang terulang.

“Jangan sampai perda yang akan dibuat ini hanya meniru UU Pesantren yang telah ada,” ujarnya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini menilai, Ponpes mempunyai sejarah pendidikan dan dakwah yang sangat kuat sekali, sehingga adanya Perda jangan sampai memberikan intervensi yang berkaitan dengan hal itu.

Maka dari itu harus ada pengembangan-pengembangan lain yang harus dikembangkan.

“Kita melihat Ponpes ini sebagai aset, dan bukan hanya aset bagi pendidikan, ataupun aset untuk dakwah saja, melainkan juga perlu membuat pesantren menjadi salah satu pusat pemberdayaan ekonomi,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Erma juga meminta dalam pembahasan Raperda Pesantren harus dipikirkan secara matang dan tidak terburu-buru untuk menyelesaikan Raperda.

“Salah satu persoalan yang dihadapi yaitu terkait tidak adanya sinkronisasi data banyaknya Ponpes di Jatim,” bebernya.

Perbedaan data itu antara setiap institusi-institusi di Jatim, baik data yang diberikan oleh pemerintah maupun dari Ormas Islam.

“Kalau versinya RMI dari PWNU, itu hampir 11.000 Ponpes, sedangkan dari versinya Kemenag itu ada di kisaran 5.000 lebih, kemudian dari Bu Khofifah menyebutkan ada sekitar 6 ribu Ponpes,” papar dia.

Oleh karenanya, Erma mendorong persoalan terkait pendataan juga harus diselesaikan. Kendala-kendala yang dihadapi harus dicarikan jalan keluarnya, apalagi berkaitan dengan hal pendataan jumlah Ponpes yang tersebar di Jatim.

“Persoalannya, apakah akses oleh Ponpes untuk itu yang susah atau memang harus perlu proaktif dari pemerintah untuk melakukan pendataan, sehingga Ponpes yang menjadi akses kita ini bisa tertata dengan baik,” pungkasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...
KABAR CABANG

Sambut Hari Sumpah Pemuda, DPC Ngawi Siapkan Turnamen Futsal Berhadiah Jutaan Rupiah

NGAWI – Semangat Sumpah Pemuda bergemuruh di lingkungan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Dalam rangka ...
LEGISLATIF

Buleks Minta Pemkot Surabaya Tindak Tegas Provider Kabel Utilitas yang Melanggar

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengawasi dan ...
LEGISLATIF

634 Titik Panas Terdeteksi di Jatim, Eddy Paripurna Desak Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...