Kamis
05 November 2026 | 1 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Usulkan Kawasan Kuliner Kedungdoro Jadi Destinasi Wisata PKL

pdip-jatim-250307-EC2

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap pedagang kaki lima atau PKL di Kota Pahlawan bisa ditata lebih baik lagi. Dia mencontohkan kawasan Kedungdoro yang dikenal sebagai lokasi kuliner pada malam hari yang berpotensi menjadi wisata kuliner.

“Kalau bisa jadi tempat wisata sekalian, wisata PKL, makanannya enak-enak tapi bersih. Sehingga orang makan di sana, dari luar kota ataupun luar negeri, dikenal karena kebersihan. Entah nanti dibuatkan wastafel di lokasi tertentu,” kata Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu (12/3/2025).

Kawasan Kedungdoro yang dikenal sebagai lokasi kuliner pinggir jalan harapannya dapat ditata lebih baik lagi. Sebagai contoh dengan posisi berjualan dengan penempatan duduk pengunjung yang bisa dilakukan di pedestrian sehingga masyarakat lebih nyaman.

“Seperti Kedungdoro, itu sudah menjadi ikonnya Kota Surabaya, maka bagaimana menatanya mereka (yang berjualan) tidak di atas pedestrian. Sebab sekarang masih di atas pedestrian. Jadi sekarang dibalik dia jualan di jalannya, duduknya di pedestrian, jadi dibalik,” ujar dia.

Eri mengusulkan agar ada penyelarasan ukuran lokasi berjualan. Pemkot juga dapat menyediakan lubang untuk tiang terop berjualan sehingga memudahkan penjual dan juga lokasi tersebut dapat lebih rapi.

“Edukasi mereka, yang berjualan di Kedungdoro itu berapa, kemudian tiangnya itu ukuran berapa kali berapa, samakan semua. Sehingga nanti tiang itu dikasih lubang di jalannya, kalau sudah selesai berjualan lubang itu ditutup kembali, kita edukasi seperti itu,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa para pedagang juga harus bertanggung jawab atas standnya masing-masing dengan menjaga kebersihan.

“Pastikan mereka harus membersihkan, berkontribusi dan bertanggung jawab akan standnya masing-masing. Tidak boleh buang sampah di saluran. Kalau ternyata tidak bersih ya disanksi, misalnya denda Rp 100 ribu per hari. Kita mulai edukasi jadi boleh mereka di sana tapi harus bersih,” kata Eri.

Politisi PDI Perjuangan itupun mengusulkan agar dilakukan pendataan dan tidak ada lagi jumlah pedagang sehingga kuliner di Kedungdoro dapat tertata lebih baik lagi.

“Bagaimana pun mereka adalah saudara saya, orang Surabaya yang harus kita jaga betul. Tapi mereka yang berjualan tidak boleh bertambah jumlah pedagangnya,” tuturnya.

“Sehingga nanti di data berapa orangnya, kalau belum ada paguyuban ya dibentuk paguyubannya,” pungkas Eri. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Kader PKK Jadi Penggerak Ekonomi 157 Desa Kreatif Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ...
KABAR CABANG

Rumah Warga Rusak Diterjang Angin, PDIP dan Pemkab Bondowoso Gerak Cepat Bangun Kembali

BONDOWOSO – Rumah Ridwan, seorang warga RT 12 RW 05, Desa Badean, Kecamatan Bondowoso, rusak diterjang angin ...
LEGISLATIF

Damkar Sulit Masuk Gang Sempit, Sony Usulkan Pengadaan Armada Kecil di Kota Malang

MALANG – Sulitnya akses mobil pemadam kebakaran (damkar) ke kawasan permukiman padat penduduk menjadi perhatian ...
KRONIK

Izin TPA Mrican Terbit, Agung Dorong Pemilahan Sampah dari Tingkat RT

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akhirnya mengantongi izin penggunaan kawasan hutan milik Perum ...
KRONIK

Stadion Ketonggo Ngawi Siap Antar Persinga Ikuti Liga 3, Tinggal Pasang CCTV

NGAWI – Stadion Ketonggo Kabupaten Ngawi terus dipersiapkan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Nusantara ...
LEGISLATIF

Pilkades Serentak Jombang 2027 Diikuti 286 Desa, Komisi A DPRD Kawal Anggaran dan Regulasi

JOMBANG – Sebanyak 286 desa di Kabupaten Jombang direncanakan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak ...