Jumat
17 April 2026 | 3 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ekspresikan Rumah Kebangsaan, DPD PDI Perjuangan Jatim Gelar Perayaan Imlek

pdip-jatim-230212-perayaan-imlek-1

SURABAYA – Banteng Jawa Timur kembali mengekspresikan PDI Perjuangan sebagai Rumah Kebangsaan Indonesia Raya, dengan menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2574/2023.

Acara merayakan tahun baru di kalangan etnis Tionghoa itu digelar DPD PDIP Jatim di Ballrom Bess Mansion Lt.9, Jalan Raya Jemursari, Surabaya, Minggu (12/2/2023) malam.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno mengatakan, melalui perayaan Imlek, Partainya ingin menjaga keharmonian bangsa.

Lewat perayaan ini, tambah dia, juga sebagai pengingat kepada masyarakat untuk terus menjunjung toleransi antar umat beragama, suku, dan budaya.

“Perbedaan yang ada harus selalu disikapi dengan rasa saling menghormati dan menghargai. Itu yang harus kita kedepankan di saat sekarang dan ke depan,” katanya di lokasi acara, Minggu.

Perayaan Imlek, jelas politisi asal Kota Malang tersebut, menguatkan komitmen PDI Perjuangan sebagai rumah besar kaum nasionalis dan religius. (Baca juga: Undang Tokoh Tionghoa, DPD PDIP Jatim Besok Gelar Perayaan Imlek)

Apalagi, di hari-hari besar agama, dan hari besar nasional, PDI Perjuangan selalu merayakannya. Seperti menggelar acara taddarus dan santunan anak yatim saat Ramadhan, Halal Bihalal, juga perayaan Natal.

“Ini juga sesuai arahan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, agar kader Banteng selalu bersama rakyat dari berbagai elemen. Di saat susah maupun saat senang. Seperti saat perayaan Imlek saat ini yang disambut dengan kegembiraan dan kebahagiaan oleh saudara-saudara kita dari kalangan Tionghoa,” ujarnya.

Dia lantas mengurai singkat ikhwal Imlek yang sekarang bisa dirayakan etnis Tionghoa di Indonesia secara terbuka.

Menurutnya, Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional di saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ini menindaklanjuti kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebelumnya, yang mengeluarkan Keppres No.6/2000 tentang pencabutan Inpres No.14/1967.

Inpres No 14/1967 yang dikeluarkan di masa orde baru itu isinya menetapkan bahwa seluruh Upacara Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Tionghoa hanya boleh dirayakan di lingkungan keluarga dan dalam ruangan tertutup.

Dengan Keppres 6/2000, masyarakat Tionghoa diberi kebebasan untuk menganut agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya termasuk merayakan upacara-upacara keagamaan seperti Imlek, Cap Go Meh dan sebagainya secara terbuka.

“Lalu saat Ibu Mega menjadi presiden, beliau mengeluarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2002 yang isinya menetapkan perayaan Imlek sebagai hari libur nasional,” bebernya.

Sedang koordinator perayaan Imlek 2574 PDIP Jatim Eddy Tarmidi mengatakan, perayaan Imlek pertama yang digelar DPD Jatim ini dihadiri seluruh struktur, fungsionaris, badan dan sayap PDI Perjuangan, legislator Banteng, serta tokoh masyarakat Tionghoa di Jawa Timur.

Melalui perayaan ini, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat, soal komitmen PDIP sebagai rumah besar kaum nasionalis.

“Siapa saja bisa bergotong-royong bersama tanpa membedakan etnis, suku, ataupun agama tertentu, asalkan dalam satu rampak barisan NKRI,” jelas pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...