Jumat
05 Juni 2026 | 4 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dukung Pembahasan Raperda APBD Ponorogo 2026, Fraksi PDI Perjuangan maPAN Beri Catatan Kritis

PDIP-Jatim-Agung-Priyanto-22112025

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Ponorogo mendukung pembahasan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo Tahun Anggaran 2026.

Hal itu disampaikan juru bicara Fraksi PDI Perjuangan maPAN, Agung Priyanto, saat rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Ponorogo terhadap Raperda APBD 2026 Kabupaten Ponorogo, pada Jumat (21/11/2025).

“Fraksi PDI Perjuangan maPAN berpendapat bahwa Raperda tentang APBD 2026 layak untuk dibahas ke dalam tahapan selanjutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Agung.

Menurut Agung, pihaknya juga memberikan beberapa saran dan masukan yang ditujukan kepada Pemkab Ponorogo. Di antaranya, harus memberikan perluasan objek pajak daerah dan retribusi daerah, serta memberikan diskresi dalam penetapan tarifnya.

“Maka dari itu Fraksi PDI Perjuangan maPAN mendorong adanya inovasi dan pengawasan dalam pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah agar pendapatan asli daerah (PAD) dapat meningkat dan mencapai target,” jelasnya.

Selain itu, di tengah kondisi fiskal yang kurang memadai dan banyaknya efisiensi anggaran, maka penyusunan APBD Tahun 2026 harus dilaksanakan berbasis pada prinsip good financial governance, yakni transparan, akuntabel, partisipatif, efektif dan efisien.

Apalagi, dana transfer ke daerah (TKD) 2026 dipotong dari pemerintah pusat. Sehingga menyebabkan pendapatan daerah Ponorogo tahun 2026 turun Rp261 miliar dari semula Rp2,5 triliun menjadi Rp2,23 triliun. Dengan rincian PAD sebesar Rp524,8 miliar dan dana transfer sebesar Rp1,7 triliun.

Sedangkan belanja daerah mencapai Rp2,19 triliun. Dengan rincian belanja operasional Rp1,65 triliun, belanja modal Rp138 miliar, belanja tidak terduga (BTT) Rp5 miliar, dan belanja transfer Rp384 miliar.

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk tetap berkomitmen memperhatikan pembangunan infrastruktur terus dijaga agar kesejahteraan masyarakat Ponorogo semakin meningkat, terutama pembangunan jalan dan kantor pelayanan publik.

“Bagaimana rancangan APBD tahun 2026 untuk melanjutkan penanganan atau pengelolaan pabrik sampah yang ada di Desa Mrican?,” tanya Agung.

“Kami juga menanyakan tindak lanjut pemerintah daerah yang telah mengajukan pinjaman Rp100 miliar di Bank Jatim pada tahun 2025 ini,” tandas politisi PDI Perjuangan itu. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...