Selasa
11 Agustus 2026 | 9 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar Hearing Seputar Kasus Dugaan Pemukulan Kepala Sekolah Terhadap Murid di Kraksaan

IMG-20250910-WA0011_copy_720x444

KABUPATEN PROBOLINGGO – Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/9/2025) siang, memanggil pihak-pihak terkait untuk didengarkan keterangannya seputar kasus dugaan penganiayaan oleh kepala sekolah di Kecamatan Kraksaan terhadap sejumlah murid.

Pemanggilan oleh dewan tindaklanjut dari laporan wali murid pada 3 September 2025.

Berdasarkan data dihimpun DPRD, korban, RDO, diduga mengalami pemukulan oleh kepala sekolahnya saat kegiatan OSIS berlangsung.

Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami pusing dan trauma psikologis. Yang lebih memprihatinkan, data sementara DPRD juga menyebutkan adanya dugaan 2 hingga 5 siswa lain yang pernah mengalami perlakuan serupa dari oknum yang sama.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Khairul Anam, menegaskan perlunya perlindungan hukum segera bagi korban dan pentingnya layanan konseling wajib di setiap sekolah.

“Sekolah harus jadi tempat aman dan nyaman, bukan memunculkan trauma. Kasus di SMPN 2 Kraksaan ini jadi alarm serius agar pemerintah bergerak cepat,” tegas Anam.

Anam menilai Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan harus segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Selain penindakan tegas terhadap pelaku, ia menekankan bahwa langkah preventif jangka panjang tidak kalah pentingnya.

“Guru juga manusia, mereka punya tekanan kerja dan beban psikologis. Konseling profesional dibutuhkan, bukan hanya untuk murid tetapi juga untuk guru. Ini membantu guru dalam memahami karakter murid dan memilih pendekatan pendidikan yang lebih humanis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anam mendorong dibangunnya budaya komunikasi terbuka antara sekolah, orang tua, dan siswa.

Sebagai bentuk komitmen, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Probolinggo tengah menyiapkan program penguatan pendidikan karakter dan pelatihan manajemen kelas untuk mencegah terulangnya kekerasan di lingkungan sekolah.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi agar lingkungan pendidikan kita benar-benar aman, ramah, dan bebas kekerasan,” pungkas Anam menutup pernyataannya. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...