Kamis
23 April 2026 | 5 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar Hearing Seputar Kasus Dugaan Pemukulan Kepala Sekolah Terhadap Murid di Kraksaan

IMG-20250910-WA0011_copy_720x444

KABUPATEN PROBOLINGGO – Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/9/2025) siang, memanggil pihak-pihak terkait untuk didengarkan keterangannya seputar kasus dugaan penganiayaan oleh kepala sekolah di Kecamatan Kraksaan terhadap sejumlah murid.

Pemanggilan oleh dewan tindaklanjut dari laporan wali murid pada 3 September 2025.

Berdasarkan data dihimpun DPRD, korban, RDO, diduga mengalami pemukulan oleh kepala sekolahnya saat kegiatan OSIS berlangsung.

Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami pusing dan trauma psikologis. Yang lebih memprihatinkan, data sementara DPRD juga menyebutkan adanya dugaan 2 hingga 5 siswa lain yang pernah mengalami perlakuan serupa dari oknum yang sama.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Khairul Anam, menegaskan perlunya perlindungan hukum segera bagi korban dan pentingnya layanan konseling wajib di setiap sekolah.

“Sekolah harus jadi tempat aman dan nyaman, bukan memunculkan trauma. Kasus di SMPN 2 Kraksaan ini jadi alarm serius agar pemerintah bergerak cepat,” tegas Anam.

Anam menilai Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan harus segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Selain penindakan tegas terhadap pelaku, ia menekankan bahwa langkah preventif jangka panjang tidak kalah pentingnya.

“Guru juga manusia, mereka punya tekanan kerja dan beban psikologis. Konseling profesional dibutuhkan, bukan hanya untuk murid tetapi juga untuk guru. Ini membantu guru dalam memahami karakter murid dan memilih pendekatan pendidikan yang lebih humanis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anam mendorong dibangunnya budaya komunikasi terbuka antara sekolah, orang tua, dan siswa.

Sebagai bentuk komitmen, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Probolinggo tengah menyiapkan program penguatan pendidikan karakter dan pelatihan manajemen kelas untuk mencegah terulangnya kekerasan di lingkungan sekolah.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi agar lingkungan pendidikan kita benar-benar aman, ramah, dan bebas kekerasan,” pungkas Anam menutup pernyataannya. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta OPD Pastikan Solar Subsidi Tepat Sasaran untuk Petani dan Nelayan

DPRD Jember minta OPD memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran bagi petani dan nelayan, serta memperkuat ...
KRONIK

PDI Perjuangan Jatim Dorong Peran Anak Muda dalam Struktur Partai

BANYUWANGI – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Musyawarah ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Banyuwangi Jadikan Anak Muda sebagai Penerus Kepemimpinan Partai

BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banyuwangi resmi menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Banyuwangi Jadi Ajang Regenerasi Kader, Targetkan Peningkatan Kursi DPR

BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot konsolidasi ...
KABAR CABANG

Hari Kartini, PDI Perjuangan Sumenep Bagikan Sembako untuk Lansia

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep memperingati Hari Kartini dengan menggelar aksi sosial pembagian ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Tanam Sorgum di Tuban, Jawab Tantangan Pangan dan Iklim Kering

Ony Setiawan tanam sorgum di Tuban sebagai solusi ketahanan pangan, adaptasi iklim kering, dan peluang ekonomi baru ...