Minggu
27 September 2026 | 1 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar Hearing Seputar Kasus Dugaan Pemukulan Kepala Sekolah Terhadap Murid di Kraksaan

IMG-20250910-WA0011_copy_720x444

KABUPATEN PROBOLINGGO – Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/9/2025) siang, memanggil pihak-pihak terkait untuk didengarkan keterangannya seputar kasus dugaan penganiayaan oleh kepala sekolah di Kecamatan Kraksaan terhadap sejumlah murid.

Pemanggilan oleh dewan tindaklanjut dari laporan wali murid pada 3 September 2025.

Berdasarkan data dihimpun DPRD, korban, RDO, diduga mengalami pemukulan oleh kepala sekolahnya saat kegiatan OSIS berlangsung.

Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami pusing dan trauma psikologis. Yang lebih memprihatinkan, data sementara DPRD juga menyebutkan adanya dugaan 2 hingga 5 siswa lain yang pernah mengalami perlakuan serupa dari oknum yang sama.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Khairul Anam, menegaskan perlunya perlindungan hukum segera bagi korban dan pentingnya layanan konseling wajib di setiap sekolah.

“Sekolah harus jadi tempat aman dan nyaman, bukan memunculkan trauma. Kasus di SMPN 2 Kraksaan ini jadi alarm serius agar pemerintah bergerak cepat,” tegas Anam.

Anam menilai Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan harus segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Selain penindakan tegas terhadap pelaku, ia menekankan bahwa langkah preventif jangka panjang tidak kalah pentingnya.

“Guru juga manusia, mereka punya tekanan kerja dan beban psikologis. Konseling profesional dibutuhkan, bukan hanya untuk murid tetapi juga untuk guru. Ini membantu guru dalam memahami karakter murid dan memilih pendekatan pendidikan yang lebih humanis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anam mendorong dibangunnya budaya komunikasi terbuka antara sekolah, orang tua, dan siswa.

Sebagai bentuk komitmen, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Probolinggo tengah menyiapkan program penguatan pendidikan karakter dan pelatihan manajemen kelas untuk mencegah terulangnya kekerasan di lingkungan sekolah.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi agar lingkungan pendidikan kita benar-benar aman, ramah, dan bebas kekerasan,” pungkas Anam menutup pernyataannya. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...