Jumat
09 Oktober 2026 | 2 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar Hearing Seputar Kasus Dugaan Pemukulan Kepala Sekolah Terhadap Murid di Kraksaan

IMG-20250910-WA0011_copy_720x444

KABUPATEN PROBOLINGGO – Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/9/2025) siang, memanggil pihak-pihak terkait untuk didengarkan keterangannya seputar kasus dugaan penganiayaan oleh kepala sekolah di Kecamatan Kraksaan terhadap sejumlah murid.

Pemanggilan oleh dewan tindaklanjut dari laporan wali murid pada 3 September 2025.

Berdasarkan data dihimpun DPRD, korban, RDO, diduga mengalami pemukulan oleh kepala sekolahnya saat kegiatan OSIS berlangsung.

Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami pusing dan trauma psikologis. Yang lebih memprihatinkan, data sementara DPRD juga menyebutkan adanya dugaan 2 hingga 5 siswa lain yang pernah mengalami perlakuan serupa dari oknum yang sama.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Khairul Anam, menegaskan perlunya perlindungan hukum segera bagi korban dan pentingnya layanan konseling wajib di setiap sekolah.

“Sekolah harus jadi tempat aman dan nyaman, bukan memunculkan trauma. Kasus di SMPN 2 Kraksaan ini jadi alarm serius agar pemerintah bergerak cepat,” tegas Anam.

Anam menilai Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan harus segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Selain penindakan tegas terhadap pelaku, ia menekankan bahwa langkah preventif jangka panjang tidak kalah pentingnya.

“Guru juga manusia, mereka punya tekanan kerja dan beban psikologis. Konseling profesional dibutuhkan, bukan hanya untuk murid tetapi juga untuk guru. Ini membantu guru dalam memahami karakter murid dan memilih pendekatan pendidikan yang lebih humanis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anam mendorong dibangunnya budaya komunikasi terbuka antara sekolah, orang tua, dan siswa.

Sebagai bentuk komitmen, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Probolinggo tengah menyiapkan program penguatan pendidikan karakter dan pelatihan manajemen kelas untuk mencegah terulangnya kekerasan di lingkungan sekolah.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi agar lingkungan pendidikan kita benar-benar aman, ramah, dan bebas kekerasan,” pungkas Anam menutup pernyataannya. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...