Senin
26 Oktober 2026 | 11 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jatim Dukung Jadwal WFH Jumat, Yordan: Produktivitas Tetap Jadi Catatan

PDIP-Jatim-Yordan-Batara-Goa-04042024

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jatim, Yordan M Batara Goa, menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengubah jadwal Work From Home (WFH) bagi ASN dari hari Rabu menjadi hari Jumat.

Menurutnya, penyinkronan kebijakan itu sudah tepat. Penerapan WFH sebelumnya di hari Rabu, justru menyulitkan koordinasi dan komunikasi antarinstansi. Salah satunya, terhambatnya proses administrasi dan surat-menyurat.

Ia mencontohkan, saat pemkot sedang dalam hari kerja aktif di kantor, namun pihak provinsi justru sedang menjalankan jadwal WFH, sehingga terjadi ketidaksinkronan dalam penyelesaian urusan dinas.

“Memang dari awal kami sudah mengkritik pemilihan hari Rabu itu karena pada praktiknya itu menyulitkan ya,” ujar Yordan saat ditemui usai upacara Harlah Pancasila di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Senin (1/6/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu pun mengakui, kebijakan WFH terbukti mampu menekan pengeluaran rutin operasional kantor, terutama dalam hal penggunaan energi. Berdasarkan laporan evaluasi, ada penurunan beban biaya operasional yang cukup signifikan.

“Memang ada efisiensi ya dari sisi penggunaan pengeluaran biaya untuk operasional kantor ya, untuk listrik ya itu memang berkurang,” jelasnya.

Meski demikian, Yordan tetap mengingatkan adanya risiko yang muncul akibat pemilihan hari Jumat yang bersinggungan langsung dengan akhir pekan. Sebab jika tak diawasi dengan ketat, hari WFH justru disalahgunakan oleh oknum ASN untuk memperpanjang waktu libur mereka.

Untuk itu, Yordan mendesak Pemprov Jatim untuk membangun mekanisme pemantauan yang sangat ketat. Ia menekankan, status bekerja dari rumah tetap mewajibkan ASN untuk siaga dan menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan secara profesional.

Fokus utama dari setiap kebijakan kepegawaian haruslah bermuara pada kualitas layanan yang diterima oleh masyarakat luas di Jawa Timur.

“Sistem yang dibuat harus sedemikian sehingga memastikan bahwa para ASN ini tidak justru memakai WFH ini untuk berlibur atau meninggalkan tugasnya,” terangnya.

“Jadi, makanya sistemnya harus dibuat kuat, pengawasannya juga harus kuat sehingga kemudian tidak berdampak pada arah menurunnya produktivitas ASN Pemerintah Provinsi,” tandas anggota Fraksi PDI Perjuangan ini. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...
LEGISLATIF

Cegah Kendaraan Masuk Jurang, Diana Sasa Dorong Jalur Darurat Sarangan–Tawangmangu

Diana Sasa mendorong pembangunan jalur penyelamat darurat di Sarangan–Tawangmangu untuk mencegah kecelakaan fatal, ...