Sabtu
18 Juli 2026 | 4 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jatim Dukung Jadwal WFH Jumat, Yordan: Produktivitas Tetap Jadi Catatan

PDIP-Jatim-Yordan-Batara-Goa-04042024

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jatim, Yordan M Batara Goa, menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengubah jadwal Work From Home (WFH) bagi ASN dari hari Rabu menjadi hari Jumat.

Menurutnya, penyinkronan kebijakan itu sudah tepat. Penerapan WFH sebelumnya di hari Rabu, justru menyulitkan koordinasi dan komunikasi antarinstansi. Salah satunya, terhambatnya proses administrasi dan surat-menyurat.

Ia mencontohkan, saat pemkot sedang dalam hari kerja aktif di kantor, namun pihak provinsi justru sedang menjalankan jadwal WFH, sehingga terjadi ketidaksinkronan dalam penyelesaian urusan dinas.

“Memang dari awal kami sudah mengkritik pemilihan hari Rabu itu karena pada praktiknya itu menyulitkan ya,” ujar Yordan saat ditemui usai upacara Harlah Pancasila di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Senin (1/6/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu pun mengakui, kebijakan WFH terbukti mampu menekan pengeluaran rutin operasional kantor, terutama dalam hal penggunaan energi. Berdasarkan laporan evaluasi, ada penurunan beban biaya operasional yang cukup signifikan.

“Memang ada efisiensi ya dari sisi penggunaan pengeluaran biaya untuk operasional kantor ya, untuk listrik ya itu memang berkurang,” jelasnya.

Meski demikian, Yordan tetap mengingatkan adanya risiko yang muncul akibat pemilihan hari Jumat yang bersinggungan langsung dengan akhir pekan. Sebab jika tak diawasi dengan ketat, hari WFH justru disalahgunakan oleh oknum ASN untuk memperpanjang waktu libur mereka.

Untuk itu, Yordan mendesak Pemprov Jatim untuk membangun mekanisme pemantauan yang sangat ketat. Ia menekankan, status bekerja dari rumah tetap mewajibkan ASN untuk siaga dan menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan secara profesional.

Fokus utama dari setiap kebijakan kepegawaian haruslah bermuara pada kualitas layanan yang diterima oleh masyarakat luas di Jawa Timur.

“Sistem yang dibuat harus sedemikian sehingga memastikan bahwa para ASN ini tidak justru memakai WFH ini untuk berlibur atau meninggalkan tugasnya,” terangnya.

“Jadi, makanya sistemnya harus dibuat kuat, pengawasannya juga harus kuat sehingga kemudian tidak berdampak pada arah menurunnya produktivitas ASN Pemerintah Provinsi,” tandas anggota Fraksi PDI Perjuangan ini. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...
LEGISLATIF

Lengkap, Ini Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Lumajang Terhadap Raperda P-APBD 2026

LUMAJANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Ingatkan Keberhasilan Hotline Ditentukan Respons Cepat dan Tindak Lanjut Aduan

DPRD Kota Surabaya menegaskan keberhasilan program hotline Pemkot Surabaya bergantung pada komitmen menindaklanjuti ...
KABAR CABANG

Terus Bergerak dari Akar, DPC Magetan Mantapkan Penguatan Struktur

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus melanjutkan tahapan agenda Musyawarah Ranting dan Anak Ranting ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Desak Bappeda Kaji Ulang Rencana Pemindahan Lokasi Alun-Alun Kabupaten Malang

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Bappeda mengkaji ulang rencana pemindahan lokasi Alun-Alun ...
KABAR CABANG

Wujudkan “Rumah Rakyat”, Kantor DPC Tuban Jadi Tempat Menginap Atlet Pencak Silat

TUBAN – Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban dialihfungsikan sementara sebagai tempat ...