Selasa
21 April 2026 | 11 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Awasi Ketat Program Kerja-Kegiatan Pj Wali Kota Malang

pdip-jatim-240524-made-rian

MALANG – DPRD Kota Malang memperketat pengawasan program kerja yang dijalankan Pj Wali Kota Wahyu Hidayat. Langkah itu diambil setelah Wahyu Hidayat berniat maju dalam Pemilihan Wali Kota Malang 2024.

“Yang jelas fungsi DPRD bidang pengawasan harus diperketat lagi. Karena sudah ada sinyal positif dan terang benderang bahwa beliau (Wahyu Hidayat) running (Pemilihan Wali Kota Malang 2024),” ujar Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika dilansir dari detikcom, Jumat (19/7/2024).

Keinginan kuat Wahyu Hidayat untuk ikut serta dalam Pemilihan Wali Kota Malang 2024 ditunjukkan dengan pengajuan surat pengunduran diri dari jabatannya yang dikirimkan ke Mendagri.

Made menyampaikan, dengan Wahyu berniat maju dalam Pemilihan Wali Kota Malang 2024, tentu potensi penyalahgunaan jabatan sebagai Pj Wali Kota Malang untuk kepentingan politik cukup besar.

Hal ini yang kini menjadi perhatian dan fokus utama dari DPRD Kota Malang.

“Tugas Pj itu sudah jelas menjalankan fungsi administrasi bukan kampanye. Di sini harus tegas mana yang menjalankan fungsi administrasi dan kampanye. Dinas-dinas sekarang tidak boleh mem-back up kegiatan yang berkaitan dengan kampanye,” terangnya.

Ia mencontohkan, kegiatan cangkruk bareng petugas kebersihan Kota Malang bertempat di Alun-alun Merdeka pada Kamis (18/7). Menurutnya, dalam kegiatan tersebut ada unsur branding dan kampanye Wahyu Hidayat.

“Banyak-lah (kegiatan mengarah ke kampanye). Contoh belum pernah ada wali kota menggelar kegiatan membagikan kaos (dengan disertai gambar Wahyu Hidayat). Kalau kemarin oke lah. Kalau sekarang sudah mau running Pilkada ya gak boleh,” ungkap pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang itu.

Made menegaskan, jika ditemukan ada OPD yang memfasilitasi kampanye Pj Wali Kota Malang, maka pihak DPRD Kota Malang yang memiliki tugas pengawasan akan menegur dan menindaklanjutinya.

“Baru kali ini ada Pj Wali Kota Malang yang Wali Kota Malang definitif saja tidak pernah memanfaatkan APBD (untuk kampanye) seterang benderang seperti saat ini. Beliau ASN seharusnya mengetahui etika politik, mana yang boleh dan tidak,” terangnya.

“Seorang Abah Anton, Sutiaji, Peni Suparto saja tidak pernah memanfaatkan APBD (untuk kampanye) segamblang ini. Sekarang tinggal nuraninya, merasa bersalah atau enggak menggunakam APBD untuk kampanye,” sambungnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

PEREMPUAN

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Gembleng Kader Muda di Sekolah Politik, Siapkan Mesin 2029

PDIP Kabupaten Madiun akan menggembleng kader muda melalui sekolah politik sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 ...
KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Jombang

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyerahkan bantuan alat dan ...
KRONIK

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Kabupaten Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

Deni Wicaksono menegaskan Musancab PDIP se- Kabupaten Madiun sebagai bagian restrukturisasi organisasi untuk ...