TULUNGAGUNG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung Susilowati menilai, puncak peringatan Bulan Bung Karno di GBK Jakarta, semakin menambah keyakinan dari seluruh kader partai di Indonesia khususnya Tulungagung untuk terus bergotong royong, kompak dan bergerak secara serentak.
“Puncak peringatan bulan Bung Karno adalah satu bukti solidnya seluruh kader PDI Perjuangan,” kata Susilowati di Tulungagung Susilowati, Selasa (27/6/2023).
Paska mengikuti puncak peringatan bulan Bung Karno, lanjut Susi, DPC Tulungagung akan menindaklanjuti semua hasil dari konsolidasi nasional itu.
Termasuk rekomendasi-rekomendasi partai dan instruksi dari ketua umum partai yaitu terus bergerak, menyapa masyarakat dan turun ke bawah.

Tak hanya itu, DPC Tulungagung juga akan menyolidkan lagi seluruh komponen partai mulai dari struktural DPC, PAC, Ranting dan Ranting, struktural Badan-Badan serta Sayap-Sayap Partai hingga para Bacaleg PDI Perjuangan untuk bersama memenangkan Pemilu dan Pilpres 2024.
“Konsolidasi nasional kemarin semakin menambah keyakinan kita untuk terus bergotong royong,” tegas Susi.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Sodik Purnomo menambahkan, hal pokok dari puncak peringatan bulan Bung Karno di GBK Jakarta adalah sebuah ajakan untuk kembali mengingat sejarah.
Selain itu, puncak peringatan bulan Bung Karno juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya kader partai agar menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa demi mencapai cita-cita berdirinya bangsa Indonesia.

Sodik mengungkapkan, dalam acara puncak peringatan bulan Bung Karno, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menyampaikan bahwa fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara.
Hal tersebut juga telah diamanatkan dalam dasar konstitusi Indonesia yaitu UUD tahun 1945. Artinya, negara mempunyai kewajiban untuk terus mengupayakan kesejahteraan bagi fakir miskin dan anak telantar.
Untuk itu, sebagai kader PDI Perjuangan harus terus bergotong royong mengawal amanat konstitusi itu dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Intisari dari peringatan bulan Bung Karno adalah gotong royong. Dengan gotong royong seluruh elemen bangsa, niscaya tujuan negara agar segera terlaksana,” jelas Sodik. (sin/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













