Sabtu
16 Mei 2026 | 9 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dari Posko Bambu 1999 ke Ruang Belajar Gratis: Jalan Politik Seorang Anak Desa di Jember

pdip jatim 260516 budi hariyanto jember

Kisah Budi Hariyanto, kader muda PDIP Jember yang terinspirasi posko bambu Pemilu 1999 hingga menggagas bimbingan belajar gratis untuk anak desa.

JEMBER — Di depan rumah kecilnya di Kecamatan Umbulsari, Jember, pernah berdiri sebuah posko bambu sederhana pada Pemilu 1999.

Tak ada bangunan megah. Hanya tiang bambu, bendera merah, beberapa kursi plastik, dan orang-orang kampung yang hampir setiap malam berkumpul sambil berbincang soal perubahan.

Namun bagi seorang bocah kecil bernama Budi Hariyanto, posko itu meninggalkan jejak yang tidak pernah benar-benar hilang.

“Waktu Pemilu 1999, di depan rumah ada posko bambu milik relawan PDI Perjuangan. Dari situ saya mulai mengenal simbol perjuangan dan kedekatan partai ini dengan masyarakat kecil,” kenang Budi, Sabtu (16/5/2026).

Kini, lebih dari dua dekade berlalu.

Bocah yang dulu hanya melihat keramaian dari teras rumah itu tumbuh menjadi pengurus partai dan calon Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Umbulsari yang akan dilantik sepekan lagi.

Bagi Budi, politik tidak datang dari ruang seminar atau panggung kekuasaan.

Ia tumbuh dari obrolan warga desa, suara toa kampanye, hingga wajah-wajah petani dan buruh kecil yang datang ke posko bambu pada akhir 1990-an.

Kenangan itu kemudian diperkuat ketika ia aktif di organisasi kemahasiswaan.

Latar belakangnya sebagai kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membentuk cara pandangnya tentang nasionalisme dan politik kerakyatan.

Di sana, ia mulai memahami bahwa politik bukan sekadar perebutan jabatan, tetapi alat untuk memperjuangkan kehidupan masyarakat kecil.

“Politik seharusnya menjadi alat perjuangan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Di tengah derasnya pembahasan politik nasional, perhatian Budi justru tertuju pada hal-hal sederhana di kampungnya sendiri.

Ia melihat banyak anak desa yang sebenarnya cerdas, tetapi kesulitan berkembang karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Sebagian tidak mampu ikut kursus tambahan. Sebagian lain harus puas belajar seadanya.

Padahal, menurutnya, kemampuan mereka tidak kalah dengan anak-anak kota.

“Masih banyak anak-anak desa yang sebenarnya punya kemampuan dan semangat belajar tinggi, tetapi tidak bisa mengikuti kursus atau bimbingan belajar karena keterbatasan ekonomi orang tua mereka,” katanya.

Kondisi itulah yang kemudian membuatnya bersama kader muda PAC PDI Perjuangan Umbulsari mulai menggagas program bimbingan belajar gratis.

Bukan sekadar tempat les biasa.

Mereka ingin menghadirkan ruang belajar yang nyaman, dekat dengan masyarakat, dan mampu membangun motivasi anak-anak desa agar berani bermimpi lebih tinggi.

Bagi Budi, partai politik tidak boleh hadir hanya ketika musim pemilu tiba.

Ia percaya kepercayaan masyarakat tidak dibangun lewat baliho atau slogan semata, melainkan lewat kerja nyata yang benar-benar dirasakan warga.

Karena itu, program pendidikan gratis yang sedang dirintis bukan hanya soal akademik.

Ada keinginan agar anak-anak desa merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk berkembang.

“Kami ingin membangun keyakinan bahwa pendidikan yang baik harus bisa diakses semua anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Di tengah banyaknya anak muda yang memilih menjauh dari politik, jalan yang dipilih Budi mungkin tampak berbeda.

Namun bagi pria asal Umbulsari itu, politik justru menemukan maknanya ketika bisa hadir di ruang-ruang paling dekat dengan kehidupan rakyat.

Mulai dari posko bambu sederhana di tahun 1999, hingga ruang belajar kecil yang kini ingin ia bangun untuk anak-anak desa.

Dan mungkin, di tempat-tempat sederhana seperti itulah politik paling mudah dipahami manusia. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dari Posko Bambu 1999 ke Ruang Belajar Gratis: Jalan Politik Seorang Anak Desa di Jember

Kisah Budi Hariyanto, kader muda PDIP Jember yang terinspirasi posko bambu Pemilu 1999 hingga menggagas bimbingan ...
KRONIK

Bupati Fauzi Ajak NU Sumenep Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama hingga Ekonomi Umat

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat untuk ...
HEADLINE

Pengurus PAC Wajib Miliki Akun Medsos

MAGETAN — Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur mewajibkan seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) ...
KABAR CABANG

Mengenal Tari Ajem Sap Sap, Pembuka Acara Pelantikan PAC Se-Situbondo

SITUBONDO – Penampilan Tari Ajem Sap Sap memukau para hadirin dalam pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) DPC PDI ...
KABAR CABANG

Resmi Dilantik, 18 PAC PDI Perjuangan Bangkalan Fokus Regenerasi dan Layanan Wong Cilik

BANGKALAN – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur resmi melantik 18 PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Bangkalan secara ...
KABAR CABANG

Pengurus PAC Se-Kabupaten Magetan Dilantik, Pulang Bawa Plang, Siap Respon Persoalan Rakyat

MAGETAN – Pelantikan Pengurus PAC Se-Kabupaten Magetan ditandai penyerahan plang kantor kesekretariatan untuk ...