SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 juta per RW setiap bulan untuk mendorong peran aktif pemuda dalam menciptakan kegiatan positif dan meningkatkan kemampuan generasi muda di lingkungan masing-masing.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemuda di tingkat RW untuk membentuk berbagai kegiatan produktif yang mampu mengembangkan potensi anak-anak muda.
“Karena itulah tadi saya sampaikan, saya memberikan anggaran Rp5 juta per RW per bulan, maka saya berharap pemuda di RW itu bergerak bersama untuk membentuk suatu kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan anak-anak muda yang ada di RW itu,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (17/1/2026).
Dia menegaskan, pembangunan Kota Surabaya tidak lepas dari peran generasi muda sebagai pemilik masa depan kota. Menurutnya, anak muda memiliki kemampuan untuk menggerakkan perubahan dari lingkungan terkecil.
“Karena yang memiliki kota ini adalah anak muda-anak muda ini, saya yakin pasti bisa. Jadi tadi seperti yang disampaikan anak, aspirasi-aspirasi. Jadi ini, yang kita lakukan itu adalah pemerataan,” katanya.
Selain itu, Eri juga menekankan pentingnya kemandirian bagi warga yang telah berhasil mengembangkan usaha atau kegiatan produktif. Dia menyebut, bantuan pemerintah seharusnya bersifat sementara hingga masyarakat benar-benar mandiri.
“Kalau hari ini ada seseorang yang berhasil, maka orang ini jangan lagi mengharapkan bantuan terus dari Pemkot. Karena dia sudah berhasil, maka dia harus berganti. Carilah orderan itu dari tempat yang lainnya,” jelas wali kota yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Jatim tersebut.
Menurut Eri, Pemkot Surabaya akan terus memberikan dukungan kepada calon-calon pelaku usaha atau komunitas baru hingga mereka mampu berdiri sendiri. Setelah itu, bantuan akan dialihkan kepada warga lain yang masih membutuhkan pendampingan.
“Tapi kita akan menghidupkan lagi calon-calon yang baru, yang kita masih membantu dengan pesannya ke dia. Sampai mereka itu mumpuni, kalau sudah mumpuni harus lepas,” pungkasnya.
Program ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan kesempatan, memperkuat peran pemuda, serta menumbuhkan ekosistem kegiatan produktif di tingkat RW di seluruh wilayah Kota Surabaya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










