Selasa
21 Juli 2026 | 10 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dikelola Milenial, Angkringan BUMDes Milangasri di Magetan Sumbang Pendapatan Asli Desa

pdip-jatim-umkm-magetan-270621-a

MAGETAN – Kepala Desa Milangasri Kecamatan Panekan, Anggit Ardiyanto SH boleh dikata bertangan dingin. Angkringan sebagai salah satu bidang usaha dari BUMDes setempat, pengelolaannya diserahkan kepada anak-anak milenial. Kini, hasilnya bisa dirasakan.

Dengan Bumdes Maju Asri yang telah bergerak di beberapa bidang usaha, merupakan salah satu pemikiran yang lahir dari kesadaran desa mandiri dalam peningkatan perekonomian warganya.

“Kita perkuat desa dengan peningkatan perekonomian warga melalui bidang usaha,” ujar Kepala Desa Milangasri, Anggit Ardiyanto SH, Minggu (27/6/2021).

Ketika ditanya mengapa dalam mensejahterakan warganya melalui bumdes, pengagum dan pengikut ajaran Bung Karno ini mengatakan, hal ini untuk terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan. Di satu sisi pemberdayaan masyarakat dengan memberikan keuntungan, sisi lainnya Pendapatan Asli Desa (PAD) juga akan bertambah dari bagi hasil kegiatan usaha.

Desa menjadi maju jika pemdes dan warga mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan Trisakti Bung Karno. Yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Bumdes Maju Asri yang juga dibina oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Suyatno, saat ini memiliki beberapa bidang usaha diantaranya bidang usaha pengelolaan sewa kios, sumur irigasi, dan UMKM angkringan. “UMKM Angkringan dikelola para generasi milenial Desa Milangasri,” tutur Anggit.

Tujuannya agar generasi muda yang masih fresh pola pikirnya bisa mencurahkan semua ide kreatif dalam pengembangan dan peningkatan kesejahteraan warga. Ini juga salah satu peran anak muda dalam ikut membangun desanya.

Terbukti dengan konsep dan pemikiran anak-anak milenial, UMKM angkringan yang dikelola berjalan lancar dan sukses dengan omzet mencapai puluhan juta setiap bulannya.

Dijelaskan, UMKM angkringan tersebut buka hanya pada sore hari yang berlokasi di lapangan desa setempat. Pada hari biasa omzet mencapai 400 sampai 500 ribu rupiah per malamnya. Namun pada akhir pekan omzet dapat mencapai Rp 1 juta lebih.

Menu yang disajikan pun terbilang sederhana. Tak beda dengan angkringan lainnya. Hanya konsep dan penyajian yang di tawarkan berbeda karena kreatifitas pengelolanya sehingga menarik minat pengunjung untuk datang.

Di masa pandemi ini, angkringan tetap buka namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...