Rabu
16 September 2026 | 6 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dikelola Milenial, Angkringan BUMDes Milangasri di Magetan Sumbang Pendapatan Asli Desa

pdip-jatim-umkm-magetan-270621-a

MAGETAN – Kepala Desa Milangasri Kecamatan Panekan, Anggit Ardiyanto SH boleh dikata bertangan dingin. Angkringan sebagai salah satu bidang usaha dari BUMDes setempat, pengelolaannya diserahkan kepada anak-anak milenial. Kini, hasilnya bisa dirasakan.

Dengan Bumdes Maju Asri yang telah bergerak di beberapa bidang usaha, merupakan salah satu pemikiran yang lahir dari kesadaran desa mandiri dalam peningkatan perekonomian warganya.

“Kita perkuat desa dengan peningkatan perekonomian warga melalui bidang usaha,” ujar Kepala Desa Milangasri, Anggit Ardiyanto SH, Minggu (27/6/2021).

Ketika ditanya mengapa dalam mensejahterakan warganya melalui bumdes, pengagum dan pengikut ajaran Bung Karno ini mengatakan, hal ini untuk terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan. Di satu sisi pemberdayaan masyarakat dengan memberikan keuntungan, sisi lainnya Pendapatan Asli Desa (PAD) juga akan bertambah dari bagi hasil kegiatan usaha.

Desa menjadi maju jika pemdes dan warga mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan Trisakti Bung Karno. Yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Bumdes Maju Asri yang juga dibina oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Suyatno, saat ini memiliki beberapa bidang usaha diantaranya bidang usaha pengelolaan sewa kios, sumur irigasi, dan UMKM angkringan. “UMKM Angkringan dikelola para generasi milenial Desa Milangasri,” tutur Anggit.

Tujuannya agar generasi muda yang masih fresh pola pikirnya bisa mencurahkan semua ide kreatif dalam pengembangan dan peningkatan kesejahteraan warga. Ini juga salah satu peran anak muda dalam ikut membangun desanya.

Terbukti dengan konsep dan pemikiran anak-anak milenial, UMKM angkringan yang dikelola berjalan lancar dan sukses dengan omzet mencapai puluhan juta setiap bulannya.

Dijelaskan, UMKM angkringan tersebut buka hanya pada sore hari yang berlokasi di lapangan desa setempat. Pada hari biasa omzet mencapai 400 sampai 500 ribu rupiah per malamnya. Namun pada akhir pekan omzet dapat mencapai Rp 1 juta lebih.

Menu yang disajikan pun terbilang sederhana. Tak beda dengan angkringan lainnya. Hanya konsep dan penyajian yang di tawarkan berbeda karena kreatifitas pengelolanya sehingga menarik minat pengunjung untuk datang.

Di masa pandemi ini, angkringan tetap buka namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...