oleh

Didik Retriono, Banteng UMKM Kebanggaan DPC PDI Perjuangan Kota Kediri

-UMKM-41 kali dibaca

KEDIRI – DPC PDI Perjuangan Kota Kediri mendukung penuh para kadernya yang berkecimpung di bidang UMKM. Seusai Rakercab Serentak, Sabtu (5/6/2021) kemarin, DPC PDI Perjuangan Kota Kediri  mengunjungi rumah salah seorang kadernya di Kelurahan Kaliombo RT 4 RW 9. Kelurahan Kaliombo merupakan kelurahan percontohan untuk ketahanan pangan dengan budidaya ikan lele, ikan nila, ikan koi dan tanaman hidroponik.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kediri Gus Sunoto bersama Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Kediri, Purwanto serta segenap pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Kediri langsung meninjau kelurahan percontohan tersebut.

 “Ini merupakan hasil budidaya kader-kader partai yang bergerak untuk masyrakat, sehingga wilayah ini  menjadikan desa percontohan. Ada usaha UMKM juga . Ini jadi perhatian kami,” terang Sunoto, Senin (7/6/2021).

Budidaya ikan lele, nila dan ikan koi bercokol di atas lahan sawah seluas  72 RU. Pemiliknya bernama Didik Retriono. Selain budidaya ikan, pria berusia 44 tahun ini memiliki usaha kuliner berupa  produsen pembuatan  bahan kue batter cream, abon sapi, serta minyak wijen.

Diceritakan Didik Retriono usaha kuliner tersebut sudah ditekuninya sejak awal tahun 2009 lalu, sampai sekarang. Usahanya itu  ia tekuni bersama sang  istri, Yayuk Sugiarti.

“Dulu saya pernah ikut kerja di pabrik makanan abon bagian marketing. Akhirnya, saya tahu caranya untuk membuat makanan abon. Saya kerja di pabrik selama 8 tahun,” kenang Didik.

Pangsa pasar Abon buatan Didik sudah merambah wilayah daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.   

“Kalau di Jawa Timur, sudah kami kirim ke Banyuwangi dan Probolinggo,” jelas Didik.

Abon buatannya lebih disukai oleh konsumen karena lebih berserat teksturnya. Kuliner abon sapi produksinya dijual dengan harga bervariatif, antara 130 ribu rupiah, 65 ribu rupiah, 35 ribu rupiah serta 15 ribu rupiah per kilo.

Didik juga bercerita, dulu penjualan abonnya dilakukan secara offline, dengan sistem pemasaran door to door,  sales datang  ke toko bahan kue untuk ditawarkan. Kini  Karena produknya sudah memiliki nama dan lebih  dikenal oleh masyrakat luas, Didik hanya menerima pesanan di rumah.

Didik menjamin jika  abon produksinya dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet dan bisa bertahan hingga 6 bulan. Setiap kali masak setiap harinya, Didik mengaku bisa memproduksi 15 -20 kilo gram abon. Satu kali masakan menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam.

Lebih lanjut pria yang menjabat sebagai Sekretaris Ranting Kaliombo, ini merasa sangat bersyukur dan berterima kasih karena selama ini Gus Sunoto, selaku  ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kediri sangat mendukung usaha UMKM miliknya.

“Beliau sangat mensupport. Kemarin ada bantuan untuk mesin mixer untuk membuat baterr cream, ” ungkap Didik. (ndik/set)

Komentar