Didampingi Puti Guntur, Mendikbudristek Nadiem Makarim Ziarah ke Makam Bung Karno

 108 pembaca

BLITAR – Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim ziarah ke Makam Bung Karno, di Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021)malam. Ziarah ke makam Proklamator dan Presiden pertama RI itu bagian kunjungan kerja Nadiem di Jawa Timur.

Saat ziarah ke Makam Bung Karno, Nadhiem didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI yang juga cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno. Tampak juga Wali Kota Blitar Santoso menemani Nadiem selama nyekar.

Acara ziarah ke makam Presiden Soekarno merupakan agenda penutup kunjungan kerja sehari Medikbudristek di Jawa Timur. Sebelumnya, Nadhiem mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Jombang dan Kediri untuk memantau vaksinasi bagi santri dan pelajar, serta meninjau langsung inovasi dan modernisasi santri.

Nadiem mengatakan, baru kali pertama ini berkunjung ke makam Bung Karno di Kota Blitar.
“Ini kali pertama saya kunjungan ke Makam Bung Karno. Dari sini, saya tahu sejarah Indonesia luar biasa,” ungkap Nadiem.

Saat berkunjung ke Kota Blitar, Nadiem mendapat banyak cerita tentang sosok Bung Karno. Satu di antaranya, soal ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo adalah seorang guru.

Menurutnya, peran seorang guru sangat penting dalam mencetak generasi muda dalam sebuah bangsa dan negara. “Ayah Bung Karno seorang guru. Artinya (peran guru) sangat penting untuk bangsa dan negara. Lahirnya negara ini salah satunya juga dari anak seorang guru,” ujarnya.

Kepada wartawan usai nyekar, Nadiem Makarim minta publik tidak terlalu mengkhawatirkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Menurutnya, banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang sudah lama menjalankan PTM di tengah pandemi Covid-19. Sekolah-sekolah itu telah mulai menjalankan PTM sejak sebelum terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada kurun Juli hingga Agustus lalu yang juga dipicu oleh varian virus delta.

Dia menyebut, saat ini setidaknya sudah 55 persen dari sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai melaksanakan PTM. Jumlah itu diharapkan akan terus bertambah karena PTM merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat tergantikan oleh metode pembelajaran secara daring.

Nadiem mencontohkan Kota Blitar sebagai salah satu daerah yang paling awal menggelar PTM di sekolah tingkat dasar hingga SMP. Dia memuji penanganan Covid-19 di Kota Blitar dan khususnya terkait dengan penyelenggaraan PTM.

“Kami terus monitor PTM ini. Kota Blitar dan Jawa Timur termasuk salah satu penanganan terbaik dan Kota Blitar yang pertama dan kenyataannya aman-aman ya Pak Wali?” kata Nadiem sembari menengok ke Wali Kota Blitar Santoso yang berdiri di sampingnya.

Nadiem mengungkapkan harapannya bahwa semua daerah dapat belajar dari penanganan Covid-19 dari Kota Blitar termasuk dalam penyelenggaraan PTM. “Jadi saya harap semua daerah bisa seperti Jawa Timur, penanganannya baik, vaksinasi cepat, sehingga bisa melakukan PTM,” harapnya. (goek)