MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih atau Diana Sasa, Sabtu (5/2/2022), kembali menggelar pertemuan dengan konstituen untuk menyerap aspirasi di masa reses.
Serap aspirasi dilaksanakan di Kelurahan Mangkujayan Kecamatan Magetan, Diana Sasa juga mengundang Pengurus PAC dan Pengurus Ranting se-Kecamatan Magetan. Hadir pada pertemuan itu, sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan Magetan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan.
Sejumlah aspirasi dari warga maupun para Pengurus Ranting sebagai representasi tokoh masyarakat di desa atau kelurahan masing-masing ditampung oleh Diana Sasa.
Khusus untuk para pengurus Partai, wakil rakyat dari PDI Perjuangan tersebut memberikan arahannya. “Kita semua harus bangga jadi pengurus struktural PDI Perjuangan,” ujar Sasa. “Segenap pengurus harus semakin solid untuk membesarkan partai yang semakin dicintai rakyat,” imbuhnya.
Menurutnya, untuk bisa solid, kader dan anggota Partai harus menerapkan 5 mantap PDI Perjuangan. Yaitu mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader, mantap program dan mantap sumberdaya. “Ideologi harus jadi roh, seperti darah yang mengalir dalam diri setiap kader dan di dalam organisasi Partai,” katanya.

Sementara untuk mantap organisasi, Sasa juga berpesan agar Pengurus Ranting bisa diikutkan dalam pendidikan dan pelatihan kaderisasi tingkat pratama. Sedangkan untuk mantap program, struktur partai harus mempunyai program kerja yang akan dijalankan.
Untuk mantap sumber daya, menurut Sasa, partai yang sudah besar ini harus mempunyai kader-kader yang melek teknologi agar bisa mengimbangi perkembangan zaman digital yang semakin canggih dan pesat.
“Generasi muda dan kaum milenial bisa menjadi andalan dan tulang punggung partai dalam perkembangan teknologi yang mutakhir,” katanya.
Lebih lanjut Diana Sasa menjelaskan, berdasarkan perintah partai, kader dan anggota harus mencintai kebudayaan bangsa sendiri. Caranya, paling tidak, pada acara-acara Partai diharapkan bisa menampilkan gelaran kesenian.
“Hal ini sebagai bentuk kecintaan pada kebudayaan sendiri seperti ajaran Bung Karno. Selain itu biar seniman merasa dihargai keberadaannya,” katanya. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










