Rabu
17 Juni 2026 | 7 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa: Tangkap Mafia Minyak Goreng, Kembalikan Harga Semula

IMG-20220318-WA0030_copy_1200x676

MAGETAN – Dua hari setelah pemerintah mencabut subsidi minyak goreng kemasan premium yang dipatok Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 ribu, Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa blusukan ke Pasar Sayur Magetan, Jumat (18/3/2022).

Diana Sasa melihat langsung stok minyak goreng di pasar tradisional terbesar di Magetan. Dari pantauan Diana Sasa, minyak goreng yang sempat beberapa waktu lalu langka di pasaran, sekarang mudah dijumpai. Namun diikuti dengan harga yang melejit tinggi. Harga ecerannya berkisar 24-25 ribu per liter untuk berbagai merek.

Namun, harga minyak goreng kemasan itu dianggap terlalu mahal bagi pembeli dan penjual. Sebelum ada kelangkaan harga minyak goreng kemasan dijual sekitar Rp 18 ribu.

“Baru dua hari ini kami bisa dapat stock minyak goreng, Bu. Sebelumnya susah sekali. Ini pun dapat harga satu karton Rp 282 ribu. Dijualnya Rp 24 ribu atau 25 ribu. Jarang yang mau beli, Bu,” kata Ratna, pemilik salah satu kios.

Warga mengaku tak bisa membeli karena harga mahal, sedang penjual tak bisa kulak karena tak punya modal.

“Harga segitu terlalu mahal bagi kami Bu. Lebih baik kami tidak menggoreng, ganti direbus atau dikukus saja masakannya,” aku salah seorang pembeli yang berbincang dengan Sasa di pasar sayur.

Keluhan lain disampaikan para pedagang makanan yang bergantung pada minyak gorang. Diana menjumpai seorang pedagang ayam goreng dan mendapat keluhan serupa.

“Kami pedagang kecil sangat terpukul dengan harga minyak goreng yang dua kali lipat harga lama, Bu. Ini sekarang kami mengurangi tingkat kekeringan ayam agar hemat minyak, ya mau bagaimana lagi. Tolonglah turunkan harga minyak goreng agar kami bisa jualan lancar,” pintanya.

Diana Sasa mendesak pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng karena dengan harga dilempar mengikuti pasar seperti sekarang, berat bagi semua.

“Saya rasa masyarakat sudah tahu masalahnya apa. Mereka mengikuti informasi di internet dan televisi. Kita tak bisa menyelesaikan soal ini di kabupaten atau provinsi karena masalahnya ada di hulu. Saya meminta pemerintah memperhatikan hal ini karena minyak goreng termasuk kebutuhan pokok. Dan, saat ini sedang dikeluhkan rakyat,” katanya.

Diana Sasa berharap harga minyak goreng bisa kembali seperti semula. “Tangkap mafianya, kembalikan hak-hak rakyat,” tegasnya.

Diana Sasa khawatir harga akan terus naik menjelang puasa dan lebaran.

“Kasihan rakyat. Pak Jokowi, ayo segera doing something, jangan lama-lama,” pungkasnya.

Dari pasar, Diana Sasa menyempatkan melihat ketersediaan minyak goreng di pusat grosir CV Kuat Terus di Sukowinangun, Magetan. Di tempat kulak minyak goreng ini tersedia tak kurang dari seribu dus minyak goreng berbagai merek dengan harga grosir sekitar Rp 23.500/liter. (dav/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Gelorakan Semangat Gotong Royong Lewat Beragam Aksi Nyata di Bulan Bung Karno 2026

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 mulai dari bakti sosial, bazar ...
KRONIK

PDI Perjuangan Ingatkan 169 Juta Kelas Menengah Terancam Ambruk Imbas Pertamax Naik

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja, Darmadi Durianto, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Raperda Disabilitas Jadi Instrumen Nyata Pemenuhan Hak Warga

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan Raperda Disabilitas harus menjadi instrumen perubahan sosial yang ...
KRONIK

Binti Luklukah PDIP Salurkan Bantuan untuk Yayasan Lansia dan ODGJ

TULUNGAGUNG – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, Binti Luklukah menyalurkan bantuan kepada yayasan lansia ...
KRONIK

Koperasi Mega Bhakti PDIP Jatim Luncurkan Red Corner, Ruang Kreatif untuk Desainer Muda dan UMKM

Koperasi Mega Bhakti DPD PDI Perjuangan Jawa Timur meluncurkan Red Corner sebagai ruang kreatif bagi desainer muda, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Desak Pemkab Malang Beralih ke Sistem Digital untuk Optimalkan Pendapatan Daerah

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Abdul Qodir mendorong percepatan digitalisasi pengelolaan ...