Rabu
24 Juni 2026 | 8 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Turki, Risma Beber Upayanya ‘Menyulap’ eks-Lokalisasi jadi Pusat Bisnis Lokal

pdip-jatim-211123-risma-2

ANKARA – Keberhasilan dalam menerapkan berbagai program pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan dalam membangun Kota Pahlawan, dipaparkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjadi keynote speaker pada forum bertajuk ‘International Forum of Women in Local Government di Ankara, Turki.

Forum internasional perempuan dalam pemerintah daerah ini diikuti sekitar 3.000 peserta terdiri dari kurang lebih 27 pemimpin perempuan di dunia, politisi, akademisi serta masyarakat dari berbagai kota di Turki.

Bahkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga hadir dalam forum yang digelar di ATO Congresium, Ankara, Turki, tersebut. Risma dipilih mewakili para pemimpin perempuan yang dinilai sukses dalam pemerintahan.

Baca juga: Berhasil Pimpin Surabaya, Risma Jadi Inspirasi Perempuan Turki

Dari sekian banyak program yang dilakukan selama menjadi Wali Kota Surabaya, Risma lebih banyak membahas tentang program pemberdayaan perempuan. Yakni penutupan eks Lokalisasi Dolly dan Pahlawan Ekonomi (PE).

“Pada tahun pertama saya sebagai Wali Kota Surabaya 2010 lalu, itu adalah saat yang sulit karena harus menghadapi tantangan besar. Mulai dari banjir, perbaikan lingkungan, infrastruktur, kemiskinan, sampai trafficking,” kata perempuan kelahiran Kediri ini, Kamis (12/12/2019).

Wali kota yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, untuk memecahkan masalah trafficking atau perdagangan manusia, harus dicari akar persoalan. Ternyata, diketahui harus menutup semua tempat prostitusi di enam lokasi Surabaya.

Sebab, hampir tiap bulan, ia harus bekerja dengan kepolisian untuk menangani kasus perdagangan manusia yang melibatkan perempuan dan anak-anak.

“Di situ saya mengambil keputusan serius dan berisiko menutup semua prostitusi satu per satu. Saya menyadari betapa besarnya dampak buruk terhadap kehidupan orang di sekitarnya, terutama pada anak-anak,” ujarnya.

Alhasil, penutupan eks lokalisasi mulai dilakukan sejak 2012 secara bertahap.

Selain memikirkan proses penutupan, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga harus memberikan solusi bagi warga terdampak penutupan tersebut. Mulai dari pekerja seks, mucikari, penyanyi karaoke hingga tukang parkir.

“Saya terus berjalan dengan menyiapkan mereka semua untuk dibekali pelatihan keterampilan dan memulai bisnis baru. Mengalihkan pekerjaan mereka dengan usaha yang baru,” tuturnya.

Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac) ini memastikan, sekarang enam wilayah eks lokalisasi itu telah berubah. Area yang dahulunya ladang prostitusi, kini disulap menjadi tempat kreatif.

“Sekarang wilayah itu sudah tumbuh menjadi tempat kreatif, di mana banyak bisnis lokal dapat tumbuh. Usahanya macam-macam, ada batik, makanan, dan banyak lagi,” kata dia.

Di samping pemberdayaan untuk warga terdampak penutupan eks lokalisasi, Risma juga memiliki program lain untuk menekan angka kemiskinan. Yakni, memberdayakan ibu-ibu rumah tangga.

Menurutnya, pada 2010 angka kemiskinan sekitar lebih dari 20 persen. “Itulah mengapa saya mengundang ibu-ibu dari keluarga miskin untuk mengambil bagian dalam program Pahlawan Ekonomi (PE),” kata dia.

Di program tersebut, para ibu rumah tangga diajarkan menjadi pengusaha dan menjadi pahlawan bagi keluarga mereka masing-masing.

Dia mengatakan, banyak sekali tahapan pelatihan yang diberikan di program itu, mulai dari pelatihan pembuatan produk, cara pengemasan (packaging), sampai pemasaran dengan memanfaatkan arus digital.

“Dimulai dengan hanya 89 grup di tahun 2010, sekarang kami memiliki lebih dari 11 ribu kelompok usaha kecil dan menengah yang dikelola oleh perempuan,” ujar dia.

Di samping itu, Risma juga menjelaskan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, saat ini ada sekitar 45 persen pejabat perempuan. Bagi dia, melihat banyaknya masalah sosial yang tengah terjadi di masyarakat, juga membutuhkan sosok pemimpin perempuan.

“Perempuan itu punya cara khas sendiri untuk menyelesaikan setiap persoalan,” imbuhnya.

Dia menuturkan, pemimpin perempuan dapat melakukan hal-hal secara lebih rinci, mendengarkan lebih banyak. Bahkan, semua itu adalah modal perempuan dalam memimpin dengan hati.

“Membuat keputusan berdasarkan kebutuhan, mengambil tindakan segera kapan pun diperlukan. Atau dengan kata lain, memimpin dengan belas kasih,” terangnya.

Dia menyebut, jika semua pemimpin perempuan dapat memimpin dengan belas kasih, maka dapat memberikan teladan yang baik bagi generasi penerus. Sebagai pemimpin perempuan, Risma berharap setiap perempuan itu dapat mencapai tingkat jabatan tertingginya.

“Sebagai pemimpin perempuan, saya yakin setiap perempuan dapat mencapai jabatan tertinggi dan dapat membangun masa depan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Terima Kunjungan KPU, Tegaskan Kesiapan Sipol Hingga Kuota Perempuan

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan kerja dari jajaran ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Siapkan Direksi BUMD Berkontrak Kinerja, Targetkan PAD Kediri Terdongkrak

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan akan mengisi kekosongan jabatan direktur BUMD dengan figur yang ...
KABAR CABANG

Rumah Ngatemin Jadi RTLH ke-12 yang Dibedah PDIP Kota Batu, Wujud Nyata Ajaran Bung Karno

Rumah Ngatemin, warga Dusun Junggo, Kota Batu, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak ...
SEMENTARA ITU...

Kwarcab Pramuka Surabaya Desak Pemkot Bangun Bumi Perkemahan, Dinilai Mendesak untuk Pendidikan Karakter

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya segera merealisasikan pembangunan Bumi Perkemahan. ...
RUANG MERAH

Revolusi Keolahragaan dalam Imaji Bung Karno

Oleh: Eri Irawan PUBLIK Indonesia selama ini lebih banyak mengenal Soekarno sebagai pemimpin politik yang sanggup ...
KABAR CABANG

Irigasi Sepanjang 2 Kilometer di Desa Waruwetan Diuruk Perusahaan, Pemdes Lapor DPRD Lamongan

LAMONGAN – Pemerintah Desa Waruwetan Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan bersama warga dan elemen masyarakat mengadu ...