Kamis
11 Juni 2026 | 10 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Pesantren Jati Diri Bangsa Kediri, Risma Beber Seni Budaya Sarana Satukan Perbedaan

pdip-jatim-241115-TR-dalem-pojok-1

KEDIRI – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini mengatakan, seni dan budaya berperan besar sebagai alat pemersatu bangsa.

Menurutnya, seni budaya jadi sarana mempersatukan perbedaan merupakan fakta yang hidup dan terus dilestarikan masyarakat negeri ini.

Dia mencontohkan kisah Sunan Kalijaga, satu dari sembilan Wali Songo yang menggunakan media budaya seperti wayang dan karawitan untuk menyampaikan ajaran agama.

Menurut Risma, pendekatan tersebut mengajarkan betapa pentingnya memahami karakter sosial masyarakat yang beragam.

“Wayang, misalnya, memiliki banyak cerita yang diadaptasi dari Al-Quran. Ini membuktikan bahwa budaya bisa menjadi jembatan untuk menyatukan perbedaan,” katanya.

Hal itu dia sampaikan saat berdialog dengan masyarakat di Pondok Pesantren Jati Diri Bangsa, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jumat (15/11/2024).

Selain menyinggung refleksi sejarah bangsa, dalam dialog penuh keakraban itu, Risma mengungkapkan perjalanan hidupnya, hingga membeber komitmennya untuk membangun Jawa Timur yang lebih baik.

Sebagai sosok yang lahir di Kediri, Risma mengaku punya ikatan emosional yang kuat dengan daerah ini. Dia menceritakan masa kecilnya yang dihabiskan di Kediri hingga kelas satu SMP sebelum pindah ke Surabaya.

“Saya lahir di sini, sebelum kelas dua SMP pindah ke Surabaya karena orangtua saya kala itu pindah tugas,” ujarnya.

Sebelum berdialog, Risma mengunjungi Situs Ndalem Pojok, sebuah lokasi bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Bung Karno.

Risma mengungkapkan kekagumannya terhadap perjuangan sang proklamator, yang pernah diasingkan di berbagai tempat demi mempertahankan cita-cita kemerdekaan.

“Saya sudah mengunjungi hampir semua tempat Bung Karno diasingkan. Di Ende, misalnya, sudah ramai dengan aktivitas masyarakat, tapi di Bengkulu, tempat pengasingannya masih berada di tengah hutan,” sebut Risma.

“Bung Karno melewati penderitaan luar biasa demi bangsa ini. Kita tidak boleh mencederai perjuangan beliau dengan perpecahan yang tidak perlu,” sambung mantan Mensos RI tersebut.

Untuk itu, Risma mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu tanpa memandang perbedaan.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga memaparkan rencana program prioritasnya, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi.

Dia berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan gratis setara SMA dan SMK, juga bagi para santri di pondok pesantren di seluruh Jawa Timur.

“Pendidikan adalah pintu menuju kesejahteraan. Kami akan memastikan anak-anak di pesantren mendapat akses pendidikan yang sama dengan anak-anak di sekolah formal lainnya,” jelasnya.

Risma juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun Jawa Timur. Ia percaya bahwa kesejahteraan dapat tercapai jika seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama bekerja bersama. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sengketa Perbatasan Jember-Banyuwangi Hambat Petani, Tabroni Minta Segera Diselesaikan

Anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni mendesak penyelesaian batas wilayah Jember-Banyuwangi. Sengketa yang belum ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Ingatkan Sekda Kota Batu Terpilih Jaga Independensi dan Profesionalisme Birokrasi

Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari mengingatkan Sekda Kota Batu yang akan terpilih agar menjaga independensi ...
KRONIK

Disperinaker Bangkalan Gelar Job Fair 2026, Bupati Lukman Dorong Penurunan Angka Pengangguran

BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan menggelar Job Fair 2026. Hal ...
KABAR CABANG

Panen Perdana Posko Pangan, PDIP Jombang Targetkan Ekspansi di 21 Kecamatan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menargetkan pembentukan posko pangan di seluruh atau 21 kecamatan di ...
LEGISLATIF

Said Abdullah: Pemerintah Harus Terbuka terhadap Kritik di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah membuka diri terhadap kritik di tengah pelemahan rupiah dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...