Minggu
28 Juni 2026 | 11 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Koperasi SBW Malang, Puan Disambati Soal PNM Mekaar

pdip-jatim-240120-pm-sbw-malang-1

MALANG – Sarasehan dan Temu Dulur Perempuan Koperasi se-Malang Raya di Koperasi Konsumen (Kopmen) Setia Budi Wanita (SBW) Kota Malang, jadi agenda kunjungan kerja (Kunker) Ketua DPR RI Puan Maharani di Jawa Timur, Sabtu (20/1/2024).

Kedatangan Puan di kantor Kopmen SBW tersebut disambut meriah oleh para ibu-ibu anggota Koperasi SBW sembari menyanyikan lagu ‘Bersuka Ria’. Ketua Umum Koperasi SBW Sri Untari Bisowarno juga tampak menyambut langsung kunjungan Puan.

“Selamat datang. Mari, kita lihat UKM sebentar,” kata Sri Untari mengajak Puan untuk meninjau dan memperkenalkan produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Ini hasil produksi para pelaku koperasi di desa-desa dan kelurahan se-Malang Raya,” jelas perempuan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu.

Di acara Sarasehan dan Temu Dulur Perempuan Koperasi se-Malang Raya tersebut, Ketua Umum Kopwan SBW Sri Untari Bisowarno minta agar DPR segera membahas RUU Perkoperasian sehingga pegiat Koperasi memiliki pegangan hukum yang rigid. Mereka berharap beleid soal koperasi kembali seperti UU tahun 1992.

“Kami juga harap UU nantinya mengatur agar tidak semua Koperasi masuk OJK (bayar pajak). Kalau semua masuk bisa kelimpungan karena asetnya belum banyak,” ucap Sri Untari.

Untari juga menyampaikan aspirasi dari para ibu-ibu Kopwan kepada Ketua DPR RI terkait isu Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Permenkop) Nomor 8 Tahun 2023, dan juga adanya program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Menurut Untari, program Mekaar yang diluncurkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) itu dinilai dapat membuat koperasi-koperasi wanita menjadi semakin kurang baik.

“Dimana waktu itu beberapa Kopwan ini kiles mbak, pelan-pelan akan mati semua mbak, bener?” kata Sri Untari dan sontak dijawab oleh para ibu-ibu anggota koperasi, “beneer.”

Kedua, lanjut Untari, keberadaan PNM Mekaar membuat ibu-ibu kelimpungan. Karena skemanya yang terlalu kecil.

“Tiga juta, dua juta, sampai sepuluh juta. Nah ibu-ibu ini punya aset kira-kira dua ratus lima puluh juta, lima ratus, nah kalau bersaing dengan PNM tentu tidak akan kuat,” tegasnya.

Hal yang sama diutarakan oleh anggota Kopwan SBW Ibu Elni pada kesempatan sesi tanya jawab yang menyampaikan bahwa usahanya bersama para ibu-ibu dalam membangun koperasi dan memberantas rentenir akan berakhir sia-sia jika masih ada program Mekaar tersebut.

“Kami ini teman-teman yang senasib seperjuangan dalam mengelola koperasi wanita. Ketika kita mulai menggeliat, mau menggeliatkan ekonomi yang ada di pedesaan, untuk memberantas rentenir, memberantas lintah darat, nah datanglah ini Mekaar,” ucap Ibu Elni.

Sementara itu anggota Kopwan bernama Rini menyatakan UU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) tidak memihak pada Koperasi.

Selain itu ia menilai ada disharmoni antar peraturan. Misalnya antar UU P2SK dengan Permenkop No. 8 Tahun 2023 tentang Usaha Simpan Pinjam (USP).

“Koperasi yang menjalankan USP kalau tidak total asetnya Rp 500 juta harus merger atau membubarkan diri. Pemerintah ikut campur terlalu dalam atas pengelolaan Koperasi,” tukas Rini.

Mendengar itu, Puan Maharani tak menyangka jika program PNM Mekaar dari pemerintah masih ada pro-kontra di daerah.

“Itu sudah saya catet, artinya setelah dari sini saya akan bawa ke DPR RI. Saya akan menugaskan temen-temen yang terkait dengan ini bisa berkoordinasi dan menyampaikan hal ini ke pemerintah,” ujar Puan.

“Karena ini regulasi dari pemerintah, urusan Mekaar saya baru denger ini, ternyata masih ada pro-kontra di lapangan. Karena sebagian pihak menyatakan Mekaar itu sangat baik dan sukses, tapi sebagian ternyata disini tidak bisa berkolaborasi dengan Kopwan-Kopwan yang ada di daerah. Tentunya ini menjadi PR bagi kami yang di DPR, MPR, dan juga yang di eksekutif,” lanjutnya.

Kunjungan kerja Puan di Kopmen SBW Malang tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua RI Ahmad Basarah, anggota fraksi PDI Perjuangan DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Kris Dayanti Trenggono dan Sri Rahayu. (alfian/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Kicau Mania: Ketika Kicauan Burung Menjadi Simbol Maskulinitas Mas-Mas Jawa

Oleh Yusril Ihza Fauzul Adhim* BELAKANGAN ini lagu Kicau Mania, yang dibawakan Ndarboy Genk dan Banditoz Yaow 86, ...
KOLOM

Bulan Bung Karno: Jangan Biarkan Menjadi Sekadar Seremoni

Oleh Nasrullah SETIAP bulan Juni, keluarga besar PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno. Rangkaian kegiatan ...
KABAR CABANG

Pemkot Madiun Apresiasi Turnamen Catur PDIP, Dinilai Gerakkan UMKM dan Lahirkan Atlet Berprestasi

Pemkot Madiun mengapresiasi Open Turnamen Catur Piala Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun karena dinilai mampu ...
KABAR CABANG

Tebar 15 Ribu Benih Ikan Nila di Waduk Bendo, PDIP Ponorogo Dorong Pelestarian Ekosistem dan Ketahanan Pangan

PONOROGO – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Ponorogo menggelar kegiatan penebaran 15 ...
KRONIK

Peternak Ayam Petelur Tertekan, Sonny Dorong Kementan Lakukan Langkah-Langkah Bantuan

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Batu Gelar Turnamen Catur, Tanamkan Pola Pikir Strategis ala Bung Karno

DPC PDI Perjuangan Kota Batu menggelar Turnamen Catur Piala Bung Karno 2026 sebagai upaya membumikan nilai ...