Rabu
13 Mei 2026 | 7 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Desak Khofifah Batalkan Bantuan untuk Museum SBY, Deni: Alihkan untuk Penanganan Pandemi!

pdip-jatim-deni-220221

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono, mendesak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk segera membatalkan rencana pemberian dana sebesar Rp 9 miliar kepada Yudhoyono Foundation yang bakal digunakan untuk membangun Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan.

“Dana tersebut bisa dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19 yang lebih urgen, misalnya memastikan kelengkapan APD bagi nakes di berbagai fasilitas layanan kesehatan di pelosok Pacitan. Atau bisa digunakan untuk bantuan sembako ke warga miskin, untuk modal UMKM, bantuan pendidikan dan kesehatan atau hal-hal mendasar lain bagi warga Pacitan.” ujar Deni Wicaksono, Minggu (21/2/2021).

Seperti diketahui, pemberian dana APBD sebesar Rp 9 miliar untuk Yudhoyono Foundation menjadi sorotan publik. Dana itu disalurkan dari Pemprov Jatim ke APBD Pacitan melalui skema bantuan keuangan khusus (BKK).

”Saya terpilih juga dari daerah pemilihan Pacitan, dan saya mendapat banyak sekali pesan dari masyarakat Pacitan yang berharap uang rakyat Rp9 miliar lebih baik bukan untuk membangun Museum SBY oleh Yudhoyono Foundation, lembaga yang didirikan Mas Agus Harimurti Yudhoyono yang tak lain adalah anak dari Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” ujar politisi muda alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Deni juga menyinggung upaya membandingkan bantuan pemerintah untuk membantu Museum SBY dan membantu memperbaiki infrastruktur penunjang makam Gus Dur. Juga ada yang membandingkan antara dana untuk makam Bung Karno dan Museum SBY. Menurut Deni, perbandingan itu tidak pas.

”Pertama, pemerintah itu membantu memperbaiki jalan ke arah makam Gus Dur, bukan membangun makamnya. Membandingkan antara Museum SBY dan Makam Gus Dur sangat melukai hati warga NU, bukan hanya warga NU di Jatim tapi di seluruh dunia. Saya juga banyak mendapat aspirasi ini dari pengurus dan aktivis NU di dapil saya (Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Ngawi),” ujarnya.

Kedua, lanjut Deni, membandingkan dana perawatan dan pengembangann fasilitas di kompleks makam Bung Karno dengan Museum SBY adalah salah besar. 

”Bung Karno adalah pendiri bangsa. Kemudian, aset kompleks makam Bung Karno adalah milik negara. Ini berbeda dengan dana untuk Yudhoyono Foundation, lembaga yang didirikan Mas AHY, yang digunakan untuk membangun museum tentang Pak SBY yang tak lain adalah ayah dari Mas AHY,” jelas Deni. (rul)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...