Sabtu
11 Juli 2026 | 9 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Deni Wicaksono: Mesin Partai Harus Terus Panas sampai 2024

pdip-jatim-rakercab-madiun-090621-3-deni

KOTA MADIUN – Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono mengingatkan kembali bahwa tugas berat menanti seluruh kader Banteng. Yakni memenangkan Pemilu 2024 sesuai amanah Kongres V Bali.

Karena itu, sebut Deni, diperlukan soliditas yang tinggi dari seluruh kader Banteng. “Tugas berat kita di depan mata, Pemilu 2024 kita harus hattrick. Harus menang di Pileg, Pilkada, dan Pilpres,” kata Deni Wicaksono saat menghadiri acara Rakercab di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Rabu (9/6/2021).

Dia mengatakan, beberapa lembaga survey kredibel level nasional menyatakan apabila Pemilu digelar hari ini, maka PDI Perjuangan yang menjadi pemenang. Elektabilitas PDI Perjuangan jauh di atas parpol lainnya.

Baca juga: Instruksi Megawati ke Kader Banteng: Turun ke Desa, Turun ke Desa, Turun ke Desa!

Namun, ajak Deni, hal itu jangan sampai membuat para kader Banteng terlena dan merasa jumawa. Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi pelecut semangat perjuangan untuk mewujudkan hattrick di Pemilu 2024.

“Jangan lengah, jangan lelah, karena rangkaian agenda partai tidak ada hentinya. Mesin partai harus dipanaskan dan harus terus panas sampai 2024,” ajaknya.

“Alhamdulillah dari survei internal maupun eksternal sampai hari ini menempatkan PDI Perjuangan sebagai partai politik pemenang Pemilu,” tambah dia.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil 9 (Ngawi, Ponorogo, Magetan, Trenggalek, dan Pacitan) ini menambahkan, rangkaian Pemilu yang akan digelar 25 Februari 2024 mendatang persis seperti Pemilu 2019. Karena UU Pemilu tidak ada revisi.

Yakni dengan 5 kotak suara. Untuk legislatif kota/kabupaten kotak surat suara berwarna hijau, propinsi warna biru, DPR RI warna kuning, Presiden-Wapres warna abu-abu, dan warna  merah untuk kotak DPD RI.

“Keruwetan pada Pemilu 2019 akan terulang kembali. Tapi kita sudah belajar, Insya Allah kita sudah menemukan polanya bagaimana mengarahkan agar jangan salah pilih,” ujarnya.

Deni menambahkan, selang 8 bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 27 November digelar Pilkada, baik pilkada kota/kabupaten maupun pilkada tingkat provinsi.

Dijelaskan, untuk Jatim, setelah masa jabatan kepala daerah berakhir, ada 19 kota/kabupaten yang akan diisi pejabat kepala daerah (Pj).

Pun, aturan Pemilu 2024 mendatang, hasil Pemilu 2019 lalu tidak dijadikan acuan untuk bisa maju Pilkada, tetapi yang menjadi syarat adalah hasil Pemilu 2024. 

“Pemilu 2019 kemarin kursi kita itu tidak dihitung lagi. Jika 2024 kursi turun, maka nggak bisa maju Pilkada, karena syarat yang dipakai untuk maju Pilkada adalah hasil dari Pemilu 2024. Ini tugas berat, maka hal itu harus dimaksimalkan,” beber Deni.  (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah Desak Pemerintah Segera Cairkan DBH Rp132 Triliun untuk Ringankan Tekanan Fiskal Daerah

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah segera mencairkan dana bagi hasil kurang salur Rp132 triliun ...
KRONIK

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang, Hj. Ansari Desak Penuntasan Hukum

PAMEKASAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengguncang Kabupaten Sampang, mendapat perhatian dari ...
KRONIK

Rumah Baca Bringinan Ponorogo, 11 Tahun Memberdayakan Masyarakat

PONOROGO – Kebiasaan menyisihkan uang receh sejak usia dini terus dipertahankan di Desa Bringinan, Kecamatan ...
KRONIK

Ketua DPRD Tulungagung Gandeng Mahasiswa UGM Galakkan Program Tanam Kopi

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...