oleh

Instruksi Megawati ke Kader Banteng: Turun ke Desa, Turun ke Desa, Turun ke Desa!

-Headline-110 kali dibaca

MADIUN – Ketua DPP PDI Perjuangan Mindo Sianipar menegaskan, pembangunan desa juga menjadi tanggung jawab kader-kader Banteng untuk mendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

Meski saat ini pandemi Covid-19 masih belum hilang dari muka bumi, kata Mindo, pembangunan desa harus menjadi konsentrasi. “Desa menjadi titik vital untuk kita bekerja. Harus dipulihkan secara ekonomi,” kata Mindo.

Itu dia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang Rabu (9/6/2021) hari ini digelar serentak di 8 kota/kabupaten yang pembukaannya dipusatkan di Bojonegoro.

Rakercab PDI Perjuangan lainnya, berlangsung di Kota/Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kota/Kabupaten Madiun, serta Tuban.

Menurut Mindo, di Indonesia ada 175 ribu lebih desa. Jika ekonomi desa dipulihkan, sebutnya, maka ekonomi Indonesia akan pulih.

“Maka pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, kader-kader PDI Perjuangan, untuk mendukung pemerintah , dengan hadir di desa-desa,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, anggota DPR RI dari dapil 8 Jawa Timur ini menjelaskan ikhwal Rakercab, sebagai upaya konsolidasi organisasi di PDI Perjuangan.

Rakercab PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Madiun, Rabu (9/6/2021)

“Rakercab di wilayah ini dihadiri pengurus DPC, KSB (ketua, sekretaris, dan bendahara) PAC (Pengurus Anak Cabang), utusan dari sayap dan badan partai serta eksekutif dan legislatif dari PDI Perjuangan,” beber Mindo.

Menurutnya, Rakernas akan dilaksanakan Agustus mendatang, dengan mengangkat tema “Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat”. Dengan sub tema “Desa Tamansari Kemajuan Nusantara”.

“Jadi fokusnya itu desa. Karena itu saya ingin mengeksplor sedikit tentang desa sebagai konsen kita bersama untuk mengkonsolidasikan diri di internal partai dan di tengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Mindo menambahkan, sebenarnya kader-kader PDI Perjuangan sudah sering melakukan konsolidasi di tengah masyarakat. Hanya saja, istilahnya tidak begitu sering disampaikan.

“Ibu Mega selalu mengatakan kepada kader-kadernya untuk turun ke desa, turun ke desa, turun ke desa. Kita harus bersama masyarakat bekerja. Dalam hymne dan mars kita sepakat satu barisan menekan kemiskinan. Kita inginkan Indonesia yang sentosa. Bergotong royong untuk satu tujuan, Indonesia Raya,” urainya. (ant/pr)

Komentar