SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M. Ap., mendengarkan pidato kenegaraan pimpinan negara dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) 2021 secara virtual di Gedung DPRD Jawa Timur, Senin (16/8/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Untari mengapresiasi pernyataan tiga pimpinan negara, yaitu Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, dan Presiden dalam pidato kenegaraannya.
Menurut Untari, dua pimpinan negara, yaitu Ketua MPR RI dan DPD RI memiliki cara pandang yang sama terkait rumusan atau pola pembangunan nasional. Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menyatakan dalam pidatonya bahwa perlu adanya perubahan terbatas atas Undang-Undang 1945 yang berkaitan dengan rencana pembangunan negara.
Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, perubahan terbatas itu khusus untuk pasal itu saja. Hal itu dilakukan untuk penataan kenegaraan terhadap berbagai hal terkait ketatanegaraan yang perlu ditata kembali.
Sementara, Ketua DPD RI Lanyalla M Mattaliti dalam pidatonya sangat mendukung terhadap kemajuan koperasi di Indonesia. Menurut dia, koperasi itu seharusnya dibangun dan ditegakkan sesuai amanat konstitusi. Karena koperasi merupakan wadah perjuangan bagi rakyat kecil.

Untari sangat mengapresiasi pernyataan dua tokoh nasional itu karena apa yang disampaikan sangat mendasar dan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada saat acara webinar tentang pikiran-pikiran Bung Hatta yang digelar oleh BKN Pusat PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.
“Jadi pada hari ini saya mendengarkan hal-hal yang sangat mendasar dari pidato-pidato beliau berdua (Ketua MPR dan Ketua DPD, red). Dan saya kira, kami memberikan apresiasi,” ujarnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu juga mengapresiasi pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo. Dalam pidatonya, presiden mengakui masih banyak kekurangan di mana-mana. Dan kekurangan tersebut akan diperbaiki oleh Presiden.
Pada prinsipnya, jelas Untari, di masa pandemi seperti saat ini, tidak mudah mengambil keputusan apapun. Tapi, Presiden, tambah dia, mengatakan bahwa kesehatan rakyat adalah lebih penting dari segalanya.
“Itu, saya kira upaya Bapak Presiden untuk terus-menerus mengatakan, bagaimanapun juga yang namanya rakyat sehat itu jauh lebih penting dari pada yang lain. Tapi juga didukung dengan sektor ekonomi agar mendukung kesehatan. Sehat secara fisik dan juga sehat secara jasmani yang kaitannya dengan pangan dan kehidupan,” tuturnya.
Menariknya lagi, kata Untari, pada sidang MPR RI tahun ini, Presiden Jokowi mengenakan baju adat suku Badui. Dan Presiden mengatakan bahwa baju adat Badui nyaman dipakai dan sederhana.
“Ini sebenarnya kode keras Bapak Presiden bahwa kita diajak hidup sederhana dan kemudian memahami nilai-nilai yang dikembangkan suku Badui yang dirawat dan dilestarikan oleh suku Badui selama ini bahwa mereka mencintai alam menghormati para leluhur dan mengajarkan bagaimana berkehidupan sehari-hari,” ucapnya. Selebihnya, Untari mengucapkan Dirgahayu ke-76 Republik Indonesia. “Indonesia tangguh Indonesia tumbuh. Agar bisa tumbuh, maka kita harus tangguh. Tangguh menghadapi apapun supaya menjadi bangsa yang kuat dan tumbuh,” tutup dia. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













