Selasa
25 Agustus 2026 | 6 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Debat Paslon Cabup Cawabup Ponorogo, Sugiri Sancoko Utamakan Sektor Pertanian

PDIP-Jatim-Sugiri-Debat-25102024

PONOROGO – KPU Kabupaten Ponorogo menggelar debat publik pertama pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo 2024 di Gedung Kesenian Ponorogo, Rabu (23/10/2024) malam.

Debat dengan tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah” itu dipandu oleh 2 moderator, yaitu Shinta Noza dan Briansyah Dewandri.

Hadir juga dalam acara tersebut lima panelis debat, yaitu dari IAIN Ponorogo, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan pakar kepemiluan.

Paslon nomor urut 2, Sugiri Sancoko-Lisdyarita (RiLis), menyampaikan bahwa akan melanjutkan visi-misi Nawa Dharma Nyata untuk masa depan Kabupaten Ponorogo.

Transformasi sektor pertanian pun menjadi fokus utamanya dalam pembangunan di Bumi Reog.

“Pertanian jadi andalan kami dengan Pertanian Hebat, sehingga dengan memperluas penambahan area tani dan penambahan panen yang dulu akan kami tambah,” ujar Sugiri.

Di saat segmen debat dengan paslon nomor urut 1, Ipong Muchlissoni-Segoro Luhur Kusumo Ndaru, Sugiri juga memaparkan sejumlah data di sektor pertanian yang mengalami peningkatan di masa kepemimpinannya.

Menurutnya, pada tahun 2020 atau saat Ipong Muchlissoni menjabat bupati, luas tanam mencapai 74 ribu hektare.

Namun berkat program sumur dalam yang digagas Kang Giri, sapaan akrabnya, luas tanam meningkat menjadi 76.919 hektare, sehingga produksi padi tahun ini mencapai 471.160 ton.

“Ini berarti program sumur dalam berhasil meningkatkan indeks pertanian di Ponorogo. Dulu, sawah tadah hujan hanya bisa panen 1-2 kali setahun, sekarang bisa 3-4 kali panen,” tuturnya.

“Peningkatan luas tanam ini yang menjadi kunci peningkatan produksi,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Kang Giri juga mempertanyakan efektivitas program pupuk organik cair (POC) yang digagas Ipong Muchlissoni dulu.

Ia mempertanyakan soal anggaran POC sebesar Rp30 miliar per tahun, dengan total Rp150 miliar selama 5 tahun jabatan, itu apakah mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

“Apakah anggaran ratusan miliar itu mampu meningkatkan produktivitas, atau justru menjadi padi?” tanya Kang Giri. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...