Sabtu
26 September 2026 | 2 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Daripada Studi Banding ke Luar Negeri, Lebih Baik ke Surabaya

pdip-jatim-e-project-surabaya

pdip-jatim-e-project-surabayaJAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, jika ingin menyerap informasi tentang tata kelola birokrasi atau penganggaran yang baik, kepala daerah atau pimpinan DPRD tak perlu studi banding ke luar negeri.

Tjahjo mengimbau mereka cukup studi banding di Pemerintah Kota Surabaya. “Daripada studi banding ke luar negeri, lebih baik ke daerah yang ada manfaatnya. Sebab konsep Surabaya ini menarik dikaji,” ujar Tjahjo, dalam diskusi elektronic planning di Gedung Kemendagri, Kamis (21/7/2016).

Surabaya, sebut Tjahjo, dinilai berhasil memberikan manfaat ke masyarakat melalui manuver kebijakannya. Hal inilah yang harus dipahami seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Lagipula, studi banding ke sesama pemerintah daerah yang terbukti memiliki tata kelola birokrasi atau penganggaran yang baik, tidak berbiaya tinggi ketimbang studi banding ke luar negeri,” katanya.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menambahkan, dengan biaya rendah, juga meminimalisasi praktik korupsi bagi pejabat pemerintah daerah.

Diskusi tersebut juga dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Kepala BPKP Ardan Adiperdana, serta sejumlah wali kota.

Dalam sambutannya, Tjahjo juga mengatakan, bahwa perencanaan pembangunan daerah saat ini harus mengikuti prinsip keterbukaan, satu caranya melalui E-Planning.

Melalui E-Planning, jelas dia, penggunaan dana, perencanaan pembangunan dan bagaimana harus menyusun perda ini harus dipahami dan semuanya itu harus bersifat terbuka dan dapat diakses oleh publik secara baik.

Tjahjo menjelaskan bahwa terdapat beberapa area yang rawan untuk dikorupsi. Yakni perencanaan anggaran, retribusi pajak daerah, dan juga bantuan sosial serta dana hibah.

“E-Planning nanti diharapkan dapat meminimalisir adanya tindak pidana korupsi di daerah-daerah ini,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Tri Rismaharini sempat memaparkan tentang keberhasilan yang sudah diraih daerahnya dalam menerapkan perencanaan pembangunan berbasis teknologi.

“Saya sudah menerapkan ini dan masyarakat merasa terbantu karena sangat memudahkan mereka dalam beberapa kegiatan di masyarakat,” ungkapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...