Senin
20 Juli 2026 | 3 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Daniel Rohi: Peternak Sapi Perah Dusun Brau Butuh Bantuan Pemprov Jatim

pdip-jatim-danro-200421

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi mengatakan, di tengah kondisi pandemi Covid-19, sektor industri pengolahan susu dan peternak sapi perah merupakan sektor perekonomian yang tangguh. Karena mampu bertahan bahkan cenderung meningkat produksinya.

Menurutnya, di saat aktivitas ekonomi sektor usaha lainnya cenderung menurun, hal tersebut tidak dirasakan para peternak sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Saat pandemi, kata Daniel, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Sehingga kebutuhan akan susu untuk bahan konsumsi dan minuman juga meningkat.

“Kelompok peternak sapi perah tergolong masyarakat tangguh, yakni tidak merasakan merosotnya perekonomian akibat terdampak Covid-19. Bahkan terus meningkat permintaannya,” beber Daniel Rohi di Kota Malang, Senin (30/8/2021).

Dusun Brau sendiri, lanjut dia, merupakan sentra peternak susu sapi yang ada di wilayah Malang Raya. Beternak sapi perah, merupakan pekerjaan yang sudah dilakukan secara turun-temurun di Desa Brau oleh masing-masing penduduk yang berjumlah 190 kepala keluarga dan jumlah sapi mencapai 350 ekor.

“Di sana setiap harinya produksi susu 5000 liter. Warga semuanya punya sapi perah dengan produksi  20 liter per harinya. Peternak  sapi di sana juga telah melakukan diversifikasi pakan sehingga bisa menekan mahalnya pakan sapi perah,” terangnya.

Selama berdiskusi dan berdialog dengan para peternak yang bergabung dalam Koperasi Margo Makmur Mandiri yang diketuai Mohamad Munir, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini juga mendukung upaya koperasi untuk  mengembangkan produksi susu yang variatif  menjadi olahan-olahan lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Salah satunya mengolah hasil susu yang diproduksi menjadi keju organik. “Apalagi saat ini pemenuhan keju organik hampir 80 % adalah impor. Ini peluang sekali bagi peternak susu di Jatim untuk memperbanyak jumlah sapi perah untuk memproduksi susu  yang pasarnya mencapai 80%,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas produksi susu dan pengolahannya, dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan mampu memberikan bantuan modal, peralatan, dan pembinaan kepada warga Dusun Brau.

Sehingga peternak sapi di Dusun Brau, selain menghasilkan susu dengan kualitas yang baik, juga dapat mulai memproduksi diversifikasi produk susu lainnya.

“Diversifikasi produk susu menjadi keju itu membutuhkan pembinaan dari pemerintah agar nantinya bisa bersaing dengan produk impor yang mendominasi pasar dalam negeri,” pungkas anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Siapkan Kader Muda hingga Gen Z, Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader ...
KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...
RUANG MERAH

Tak Ada Tarian Tango di Grahadi

Oleh Diana Sasa* RENCANA saya sederhana: nobar di warkop. Di Magetan. Bareng warga. Gagal. Senin pagi ini ada ...