Rabu
13 Mei 2026 | 8 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita Indi Naidha Buka Peluang Usaha Membatik untuk Perempuan di Eks Lokalisasi

pdip-jatim-240709-indi-naidha

JEMBER – Memiliki jiwa usahawan sejak muda, Indi Naidha memulai karir di dunia usaha pada bidang yang mayoritas dilakukan kaum laki-laki, yakni sebagai pengusaha penyewa alat berat.

Meskipun sebagai perempuan muda, perempuan yang terpilih sebagai anggota DPRD Jember periode 2024-2029 pada Pileg Februari 2024 lalu itu tak enggan menunjukkan keahliannya dalam dunia usaha yang digelutinya.

Semenjak mengetahui adanya lokasi eks lokalisasi di kawasan timur Jember, Indi yang sudah memiliki jiwa sosial, organisatoris, dan pemimpin sejak dini, merasa iba melihat perempuan tak berdaya berjuang menghidupkan keluarga dengan bekerja di dunia prostitusi.

“Saya berinisiatif membuka peluang pekerjaan bagi mereka. Awalnya susah untuk diajak, namun saya terus meyakinkan mereka agar mampu menjadi perempuan yang merdeka,” ungkap Indi, dalam keterangannya kepada gesuri.id, Selasa (9/7/2024).

Pada dasarnya, Indi tidak memiliki pengalaman membatik. Namun, dengan bekal hobi desain grafis, ia mulai tertarik dengan keunikan coretan batik yang penuh dengan makna.

“Saya kemudian mendatangkan rekan kerja dari Banyuwangi yang ahli membatik untuk membimbing,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Jember itu.

Sejak awal usaha batiknya dibangun, Indi mengaku tujuannya murni untuk memberdayakan perempuan yang sempat bekerja di tempat eks prostitusi.

“Awalnya saya tidak punya bayangan menjadi pengusaha batik, yang penting mereka tidak kembali lagi ke tempat eks prostitusi,” paparnya.

Melihat semangat binaannya, Indi kemudian mulai serius meningkatkan usaha batik. Bahkan dirinya juga mengikuti pelatihan membatik di Yogyakarta.

Seiring berjalannya waktu, dengan mengikuti sejumlah rangkaian event Hari Batik dan Jember Fashion Carnival (JFC) pada masa kepemimpinan Bupati Faida, usaha batiknya terus berkembang pesat.

“Bahkan batik kami berkesempatan digunakan oleh ribuan peserta dan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Ir. Joko Widodo, pada pembukaan Musyawarah Nasional HIPMI. Dengan itu juga muncul brand Griya Batik Notonegoro,” pungkasnya. (rio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...