Rabu
14 Oktober 2026 | 12 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita Indi Naidha Buka Peluang Usaha Membatik untuk Perempuan di Eks Lokalisasi

pdip-jatim-240709-indi-naidha

JEMBER – Memiliki jiwa usahawan sejak muda, Indi Naidha memulai karir di dunia usaha pada bidang yang mayoritas dilakukan kaum laki-laki, yakni sebagai pengusaha penyewa alat berat.

Meskipun sebagai perempuan muda, perempuan yang terpilih sebagai anggota DPRD Jember periode 2024-2029 pada Pileg Februari 2024 lalu itu tak enggan menunjukkan keahliannya dalam dunia usaha yang digelutinya.

Semenjak mengetahui adanya lokasi eks lokalisasi di kawasan timur Jember, Indi yang sudah memiliki jiwa sosial, organisatoris, dan pemimpin sejak dini, merasa iba melihat perempuan tak berdaya berjuang menghidupkan keluarga dengan bekerja di dunia prostitusi.

“Saya berinisiatif membuka peluang pekerjaan bagi mereka. Awalnya susah untuk diajak, namun saya terus meyakinkan mereka agar mampu menjadi perempuan yang merdeka,” ungkap Indi, dalam keterangannya kepada gesuri.id, Selasa (9/7/2024).

Pada dasarnya, Indi tidak memiliki pengalaman membatik. Namun, dengan bekal hobi desain grafis, ia mulai tertarik dengan keunikan coretan batik yang penuh dengan makna.

“Saya kemudian mendatangkan rekan kerja dari Banyuwangi yang ahli membatik untuk membimbing,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Jember itu.

Sejak awal usaha batiknya dibangun, Indi mengaku tujuannya murni untuk memberdayakan perempuan yang sempat bekerja di tempat eks prostitusi.

“Awalnya saya tidak punya bayangan menjadi pengusaha batik, yang penting mereka tidak kembali lagi ke tempat eks prostitusi,” paparnya.

Melihat semangat binaannya, Indi kemudian mulai serius meningkatkan usaha batik. Bahkan dirinya juga mengikuti pelatihan membatik di Yogyakarta.

Seiring berjalannya waktu, dengan mengikuti sejumlah rangkaian event Hari Batik dan Jember Fashion Carnival (JFC) pada masa kepemimpinan Bupati Faida, usaha batiknya terus berkembang pesat.

“Bahkan batik kami berkesempatan digunakan oleh ribuan peserta dan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Ir. Joko Widodo, pada pembukaan Musyawarah Nasional HIPMI. Dengan itu juga muncul brand Griya Batik Notonegoro,” pungkasnya. (rio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...
LEGISLATIF

Kasus ISPA Jatim Tembus 212.914, Deni Wicaksono Desak Pengendalian Emisi Diperketat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak pemerintah memperkuat pencegahan infeksi saluran ...
EKSEKUTIF

Digitalisasi Data Bansos Kediri Sasar 122.393 KK, Mas Dhito Libatkan Agen Perlinsos

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos) untuk memastikan ...
KRONIK

Peringatan Hari Jadi Ke-351 Magetan, DPRD Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

MAGETAN – Masyarakat Kabupaten Magetan memperingati Hari Jadi Ke-351 Kabupaten Magetan dalam sebuah upacara yang ...