Rabu
04 November 2026 | 4 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita dari Posko Mudik PDIP Kediri: Rehat Sejenak, Lanjut Perjalanan dengan Senyum

pdip jatim 260318 posko mudik kediri 1

KEDIRI – Siang itu, arus kendaraan di jalur Kediri–Pare–Jombang mengalir tanpa henti. Di antara deru mesin dan panas jalanan, beberapa pengendara tampak melambat, lalu berbelok masuk ke sebuah halaman sederhana di tepi jalan.

Di sanalah, Posko Mudik Gotong Royong 2026 berdiri. Bukan sekadar tenda singgah, tetapi ruang jeda bagi mereka yang sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Seorang pemudik asal Kota Kediri memilih berhenti. Wajahnya terlihat lelah, namun perlahan berubah lega setelah duduk sejenak sambil memegang segelas minuman hangat.

“Lumayan, bisa istirahat sebentar. Tadi badan sudah mulai capek,” ujarnya.

Tak jauh dari tempatnya duduk, beberapa pemudik lain tampak memanfaatkan layanan kesehatan. Ada yang memeriksakan tekanan darah, ada pula yang sekadar meregangkan tubuh setelah berjam-jam di perjalanan.

Di sudut lain, suara alat tambal ban terdengar sesekali. Petugas sigap membantu pengendara yang kendaraannya bermasalah, memastikan mereka bisa kembali melanjutkan perjalanan dengan aman.

Posko yang didirikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri ini memang berada di titik strategis, tak jauh dari Simpang Lima Gumul—salah satu simpul perlintasan penting bagi pemudik.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menyebut posko ini sengaja dihadirkan sebagai ruang singgah yang memberi kenyamanan bagi masyarakat.

“Kami ingin pemudik punya tempat untuk berhenti sejenak, melepas lelah, sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.

Selama 24 jam penuh, posko ini tak pernah benar-benar sepi. Petugas berjaga dalam tiga shift, melayani pemudik yang datang silih berganti sejak H-7 hingga H+5 Lebaran.

Fasilitas yang disediakan pun cukup lengkap. Mulai dari makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur, layanan kesehatan dengan tenaga medis, ambulans, hingga tambal ban gratis. Tersedia pula musala, tempat istirahat, dapur umum, dan fasilitas MCK.

Namun, bagi para pemudik, yang terasa bukan hanya fasilitasnya. Ada hal lain yang lebih sederhana, tapi berarti—rasa diperhatikan di tengah perjalanan.

“Dengan adanya posko ini kita merasa terbantu. Jalur sini kan ramai, jadi enak kalau bisa berhenti sebentar,” kata pemudik lainnya.

Di tengah perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan, berhenti sejenak menjadi hal penting. Bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk menjaga keselamatan.

Sebab bagi para pemudik, tujuan akhirnya bukan sekadar sampai di kampung halaman, melainkan tiba dengan selamat dan bisa berkumpul bersama keluarga.

Dan di titik singgah seperti ini, perjalanan panjang itu seolah mendapat jeda—cukup untuk mengumpulkan tenaga, sebelum kembali melanjutkan cerita pulang. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...