SITUBONDO – Pedagang pasar tradisional di Kabupaten Situbondo kini tak lagi direpotkan membayar retribusi dengan uang tunai. Hal tersebut karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo telah meluncurkan program elektronik retribusi (e-retribusi).
Menurut Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dengan menggunakan aplikasi e-retribusi ini, para pedagang akan diberikan buku tabungan bank yang terkoneksi dengan pemerintah daerah dan secara otomatis pembayaran retribusi lapaknya akan terbayarkan ke kas daerah.
“Alhamdulillah, kami telah menerapkan aplikasi e-retribusi ini di seluruh pasar yang ada di Situbondo. Dengan aplikasi ini, para pedagang tak perlu lagi membayar uang retribusi secara tunai. Ini akan lebih memudahkan mereka,” ujar Bung Karna, panggilan akrab Bupati Situbondo, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Pasar Mangaran, Selasa (21/9/2021).
Kepala daerah dari PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan, di Jawa Timur, masih belum ada kabupaten dan kota, yang seluruh pasar tradisionalnya memakai e-retrebusi. Dengan demikian Kabupaten Situbondo menjadi satu-satunya daerah yang telah menggunakan e-retribusi.
Meski telah ditetapkan pada seluruh pasar tradisional, Bung Karna menyebut pihaknya masih perlu melakukan monitoring dan sosialisasi, agar pedagang pasar kian mengerti dan paham mengenai penggunaan e-retribusi yang dilakukan pemerintah daerah kepada pedagang.
“Untuk di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Situbondo menjadi satu-satunya daerah yang seluruh pasar tradisionalnya telah memakai e-retribusi, lalu agar aplikasi ini berjalan maksimal kita akan terus lakukan sosialisasi pada para pedangang,” terangnya.
Bung Karna juga menjelaskan, bahwa dengannya penggunaan aplikasi e-retribusi ini dapat menghindari adanya pungli saat penarikan uang retribusi, serta untuk lebih meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). (ryo/set)
“Dengan aplikasi ini bukan berarti kita tidak percaya kepada petugas yang biasanya menarik uang retribusi. Tetapi penggunaan aplikasi ini dalam rangka untuk lebih mempermudah penarikan retrebusi yang ada di pasar-pasar tradisional,” jelasnya.
Sementara itu menurut Kabid Pasar Pemkab Situbondo, H Agus Tiono, program E Retrebusi ini sudah berjalan cukup baik, namun dirinya mengakui masih terdapat sedikit kendala yang sampai saat ini masih terus dioptimalkan hingga 100 persen.
“Secara sistem aplikasi ini sudah cukup baik, hanya saja masih ada beberapa komponen yang perlu terus ditingkatkan. Insya’allah dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, penggunaan e retrebusi di semua pasar di Kabupaten Situbondo, sudah bisa maksimal 100 persen,” jelasnya.
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













