Selasa
11 Agustus 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buwang jadi Pemateri Acara Latihan Kader Muda IPNU – IPPNU Karanggeneng

IMG-20251226-WA0005_copy_882x571

LAMONGAN – Anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan, Achmad Umar Buwang, membagikan strategi krusial dalam menghadapi konflik sosial dan politik kepada ratusan kader muda Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini disampaikannya saat menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) V yang digelar PAC IPNU IPPNU Karanggeneng.

​Acara Kaderisasi Proudly Present ini berlangsung di SMA Wahid Hasyim Sumberwudi, Karanggeneng, selama empat hari, yakni 23-26 Desember 2025. Di hadapan para peserta, pria yang akrab disapa Buwang ini menekankan pentingnya kedewasaan berorganisasi sejak dini.

​Pisahkan Kepentingan Pribadi dan Organisasi

​Menurut Buwang, kader muda seringkali dihadapkan pada situasi dilematis di tingkat akar rumput (grassroots). Ia menegaskan bahwa kunci utama menjadi penengah yang adil adalah kemampuan memisahkan urusan personal dengan kepentingan lembaga.

​”Adik-adik IPPNU adalah kader termuda di lingkungan NU. Kalian harus mampu membedakan mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan organisasi. Saya yakin kalian punya kapasitas untuk memahami itu agar bisa menjadi solusi di tengah masyarakat,” ujar Buwang, Kamis (25/12/2025).

​Peran Perempuan Sebagai Peredam Konflik

​Lebih lanjut, Buwang menyoroti peran gender dalam resolusi konflik. Baginya, kader IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) memiliki sentuhan khusus yang mampu mendinginkan suasana saat terjadi gesekan kepentingan di desa atau kecamatan.

​Ia mendorong agar peran perempuan lebih digelorakan dalam ruang-ruang publik. “Peran perempuan di desa itu vital. Mereka bisa menjadi peredam konflik kepentingan di bawah. Kader IPPNU harus mampu mengubah konflik menjadi ruang dialog yang produktif dan berkeadilan,” tuturnya.

​Benteng AD/ART Lawan Intervensi Politik

​Menanggapi pertanyaan mengenai tekanan politik praktis dan ego kepemimpinan, Buwang memberikan jawaban tegas. Ia mengingatkan para kader bahwa organisasi memiliki “pagar” yang jelas berupa aturan main tertulis.

​”Agar tidak terjebak pada ego atau tekanan politik praktis, kuncinya satu: pahami peran organisasi. Jalankan organisasi berdasarkan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) dan PO (Peraturan Organisasi). Jika itu ditaati, kepentingan ego dan tekanan luar tidak akan bisa masuk merusak tatanan,” ucapnya.

​Kegiatan Lakmud V ini diharapkan dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya militan secara ideologi, tetapi juga cakap dalam manajemen konflik serta mampu menjadi motor penggerak kedamaian di wilayah Karanggeneng dan sekitarnya.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...