Sabtu
27 Juni 2026 | 5 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buwang jadi Pemateri Acara Latihan Kader Muda IPNU – IPPNU Karanggeneng

IMG-20251226-WA0005_copy_882x571

LAMONGAN – Anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan, Achmad Umar Buwang, membagikan strategi krusial dalam menghadapi konflik sosial dan politik kepada ratusan kader muda Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini disampaikannya saat menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) V yang digelar PAC IPNU IPPNU Karanggeneng.

​Acara Kaderisasi Proudly Present ini berlangsung di SMA Wahid Hasyim Sumberwudi, Karanggeneng, selama empat hari, yakni 23-26 Desember 2025. Di hadapan para peserta, pria yang akrab disapa Buwang ini menekankan pentingnya kedewasaan berorganisasi sejak dini.

​Pisahkan Kepentingan Pribadi dan Organisasi

​Menurut Buwang, kader muda seringkali dihadapkan pada situasi dilematis di tingkat akar rumput (grassroots). Ia menegaskan bahwa kunci utama menjadi penengah yang adil adalah kemampuan memisahkan urusan personal dengan kepentingan lembaga.

​”Adik-adik IPPNU adalah kader termuda di lingkungan NU. Kalian harus mampu membedakan mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan organisasi. Saya yakin kalian punya kapasitas untuk memahami itu agar bisa menjadi solusi di tengah masyarakat,” ujar Buwang, Kamis (25/12/2025).

​Peran Perempuan Sebagai Peredam Konflik

​Lebih lanjut, Buwang menyoroti peran gender dalam resolusi konflik. Baginya, kader IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) memiliki sentuhan khusus yang mampu mendinginkan suasana saat terjadi gesekan kepentingan di desa atau kecamatan.

​Ia mendorong agar peran perempuan lebih digelorakan dalam ruang-ruang publik. “Peran perempuan di desa itu vital. Mereka bisa menjadi peredam konflik kepentingan di bawah. Kader IPPNU harus mampu mengubah konflik menjadi ruang dialog yang produktif dan berkeadilan,” tuturnya.

​Benteng AD/ART Lawan Intervensi Politik

​Menanggapi pertanyaan mengenai tekanan politik praktis dan ego kepemimpinan, Buwang memberikan jawaban tegas. Ia mengingatkan para kader bahwa organisasi memiliki “pagar” yang jelas berupa aturan main tertulis.

​”Agar tidak terjebak pada ego atau tekanan politik praktis, kuncinya satu: pahami peran organisasi. Jalankan organisasi berdasarkan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) dan PO (Peraturan Organisasi). Jika itu ditaati, kepentingan ego dan tekanan luar tidak akan bisa masuk merusak tatanan,” ucapnya.

​Kegiatan Lakmud V ini diharapkan dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya militan secara ideologi, tetapi juga cakap dalam manajemen konflik serta mampu menjadi motor penggerak kedamaian di wilayah Karanggeneng dan sekitarnya.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Erma Susanti Tekankan Iklim Demokrasi Harus Dibangun di Dalam dan di Luar Kampus

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menekankan bahwa iklim ...
KABAR CABANG

Lewat E-Sport, PDIP Kota Malang Bumikan Nilai Perjuangan Bung Karno kepada Gen Z

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar turnamen e-sport Mobile Legends sebagai cara membumikan nilai perjuangan ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Senam Zumba Bareng Ratusan Warga, Berikan Hadiah Peralatan Dapur

​TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Senam Zumba dan Aerobik ...
LEGISLATIF

Komisi D DPRD Surabaya Dukung Buku Bung Karno Jadi Materi Pembelajaran SD dan SMP

Komisi D DPRD Surabaya mendukung rencana Pemkot Surabaya menjadikan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo sebagai ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA APBD Kabupaten Madiun Rp210,94 M, Minta Evaluasi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun menyoroti SiLPA APBD 2025 sebesar Rp210,94 miliar dan meminta ...
KABAR CABANG

Gema Piala Dunia di Soekarno Cup E-Football DPC Ngawi

NGAWI – Gema sepakbola dunia turut terasa di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Selama dua malam, ...