BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi calon jamaah haji melalui kegiatan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten tahun 2026/1447 H.
Kegiatan bertema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” tersebut resmi dibuka Bupati Blitar, Rijanto, di Hall Kampung Coklat, Kamis (26/3/2026).
Dalam sambutannya, Rijanto menekankan pentingnya keseriusan jamaah dalam mengikuti manasik sebagai bekal utama sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, pemahaman terhadap rukun, wajib, dan sunnah haji menjadi kunci kesempurnaan ibadah.
“Manasik ini bekal utama. Saya berharap seluruh calon jamaah haji dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan khusyuk,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental. Ibadah haji, kata dia, bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga menuntut ketahanan tubuh serta kesiapan psikologis.
“Jaga kesehatan dan perkuat mental. Harapannya seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat,” imbuh politisi PDI Perjuangan tersebut.
Tahun ini, jumlah calon jamaah haji Kabupaten Blitar bersama petugas tercatat sebanyak 932 orang. Mereka akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter) pada 14, 18, dan 19 Mei 2026.
Melalui manasik ini, jamaah diharapkan memperoleh pemahaman komprehensif terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat, sekaligus meningkatkan kesiapan teknis dan spiritual.
Keberagaman usia turut mewarnai jamaah tahun ini. Jamaah tertua tercatat berusia 90 tahun, sementara yang termuda berusia 18 tahun, mencerminkan bahwa ibadah haji menjadi panggilan bagi seluruh lapisan usia. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










